KETIKA ISI KEPALA BUTEK, ASN ITU BUKAN PENJILAT


KETIKA ISI KEPALA BUTEK

Terus terang, saya prihatin dengan orang-orang yang pola pikirnya sama dengan pemikiran sobat saya yang statusnya saya bagikan ini.

Mengapa saya prihatin? Karena sobat saya ini berpikir, semua orang, terlebih ASN, harus jadi penjilat.

Orang ini sepertinya tidak bisa membedakan apa itu negara, apa itu pemerintah, dan apa itu Jokowi.

Mungkin dia pikir, karena yang menyalurkan gaji ke 13 ASN adalah pemerintah, dan yang memerintah sekarang adalah Jokowi, maka semua ASN wajib memuji-muji dan menyembah-nyembah pemerintah dan Jokowi, seperti dia.

Sobat saya ini sepertinya tidak tahu, ASN itu singkatan dari Aparatur Sipil Negara, bukan Aparatur Sipil Pemerintah, apalagi Aparatur Sipil Jokowi.

ASN mendapat gaji bukan secara gratisan. Mereka bekerja dengan keringat, dan layak digaji. Kalau ada ASN yang malas, ya jangan dipukul rata. Semua orang berpotensi jadi pemalas.

Nah, yang menggaji mereka tentu saja negara, yang pelaksanaannya diserahkan kepada pemerintah, selaku lembaga yang diamanatkan negara untuk menjalankan UU, termasuk di dalamnya pembayaran gaji ke 13 ini.

Negara mengamanatkan pembayaran gaji ke 13 ini bukan tanpa alasan, bukan cuma bagi-bagi duit tanpa manfaat.

Pajak yang diterima oleh negara dari rakyat seluruhnya harus disalurkan kembali ke rakyat, agar perekonomian terus berputar.

Gaji ke 13 ini, baik yang diterima ASN maupun pegawai swasta lain, adalah amanat UU yang harus disalurkan, dimana salah satunya berfungsi sebagai stimulus ekonomi, untuk merangsang konsumsi masyarakat sehingga peredaran uang bisa merata.

Imbasnya untuk ASN dan para pegawai, ya mereka punya dana lebih untuk berbelanja.

Imbasnya untuk kalangan swasta seperti saya, ya dagangannya jadi bertambah laku.

Imbasnya untuk negara, ya perolehan pajak akan meningkat.

Imbasnya untuk pemerintah, ya perolehan pajak akibat meningkatnya konsumsi masyarakat juga ikut meningkat.

Jadi sebenarnya, dengan adanya gaji ke 13, semua merasakan manfaatnya. ASN dapat manfaat, rakyat juga dapat, negara dapat, pemerintah juga dapat.

Karena semua diuntungkan, ya ASN nggak perlu jadi penjilat. Nggak cuma penjilat saja yang boleh horny.

Saya pribadi seneng loh kalau karyawan saya mengkritik saya. Itu tandanya mereka peduli.

Fanatik boleh. Tolol jangan! Eh, terserah ding. Tapi kalau mau tolol, tolol aja sendiri.

13-05-2019

(Wendra Setiawan)