Akui Siapkan Peluru Tajam Saat Aksi 22 Mei, Polri DITABOK Warganet: Kemarin Bilang Bukan dari Polisi, Sekarang Mengakui, Sudah Terpojok Ya?


[PORTAL-ISLAM.ID]   Foto peluru tajam dari mobil Brimob di aksi 22 Mei 2019 viral di media sosial.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Dedi Prasetyo lantas membuat sebuah pengakuan. Ia mengatakan peluru tersebut memang benar milik pihak kepolisian.

Dedi Prasetyo lantas membeberkan alasan polisi yang menangani massa aksi 22 Mei memiliki peluru tajam. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber di acara Rosi, Kompas TV, pada Kamis 23 Mei 2019.

Ia mengatakan peluru tajam itu memang ditemukan di mobil Brimob. Ia menegaskan peluru tersebut akan digunakan oleh satuan militer atau peleton anti anarkis.

"Betul saya sampaikan itu kendaraan Brimob, dan peluru tajam itu digunakan untuk peleton anti anarkis," jelas Dedi Prasetyo.

Dedi Prasetyo mengatakan namun peleton anti anarkis tak langsung menggunakan peluru tajam dalam menangani sebuah massa aksi.

"Peleton anti anarkis itu dibekali peluru tajam di dalam, tapi tidak langsung peluru tajam jadi ada peluru hampa, peluru karet, baru peluru tajam," tutur Dedi Prasetyo.

Ia menegaskan penggunaan peluru-peluru tersebut sesuai dengan Standart Operational (SOP).

"SOPnya juga sudah ada," ucap Dedi Prasetyo.

Ia lantas menegaskan peluru tajam tersebut belum digunakan oleh Polri yang bertugas sehingga benda tersebut masih berada di dalam mobil.

Sumber: Tribun

Warganet pun langsung bercuit ramai.
"Kemarin bilangnya "kalau ada penembakan peluru tajam, itu bukan dari kami", sekarang mengakui. Karena sudah terpojok pak ya?" cuit @mjenar2.

"Welcome to the jungle," cuit @w_runturambi.

"Akhirnya ngaku juga polisi thailand," cuit @Muhalim77.

"Kocek kiri kocek kanan akhirnya gol bunuh diri... Coba akui dari pertama dan fokus tangkap pelakunya dan diproses. Jangan lupa pelanggaran HAM nya juga...," cuit @peju4ng.
Loading...