25 Gugur dan Lebih 150 Terluka dalam Agresi Israel di Gaza Awal Ramadhan


[PORTAL-ISLAM.ID]  Sampai hari Ahad (5/5/2019), korban eskalasi agresi penjajah Israel di Jalur Gaza telah meningkat menjadi 25 gugur dan lebih dari 150 lainnya luka-luka. Sementara empat orang Israel tewas oleh tembakan roket ke wilayah-wilayah pendudukan Israel.

Eskalasi di Jalur Gaza dimulai ketika empat warga Palestina terbunuh, termasuk seorang remaja, dan 51 lainnya luka-luka pada hari Jumat dalam serangan-serangan Israel terhadap tempat-tempat yang berafiliasi dengan Hamas dan serangan terpisah terhadap sebuah unjuk rasa warga Palestina terhadap pendudukan selama sepuluh tahun dan pengepungan jalur Gaza.

Kantor penerangan pemerintah di Gaza sebelumnya telah mengumumkan bahwa lebih dari 295 serangan Israel dilancarkan pasukan penjajah Zionis Israel. Sementara itu lebih dari 320 lokasi di Jalur Gaza telah menjadi target gempuran penjajah Israel.

Gempuran Israel ini menarget bangunan-bangunan tempat tinggal, masjid-masjid, bengkel, toko, lembaga media dan lahan pertanian. Tentara Israel mengatakan bahwa mereka telah menarget lebih dari 120 pos milik Hamas dan Jihad Islam. Tentara Israel mengklaim, ratusan roket telah ditembakkan dari Jalur Gaza ke kota-kota Israel dan permukiman Israel yang berdekatan dengan Jalur Gaza.

Pada pertemuan kabinet, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah memerintahkan tentaranya untuk melanjutkan "serangan intensif" di Gaza. Sebelumnya, tentara Israel mengumumkan bahwa mereka siap untuk melanjutkan eskalasi serangan ke Jalur Gaza selama berhari-hari. Pihaknya juga telah mengerahkan pasukan kendaraan lapis baja ke perbatasan dengan Jalur Gaza. Harian Yediot Aharonot melaporkan.

Pesawat-pesawat tempur Israel kemudian menghantam markas badan Keamanan Internal Palestina di Jalur Gaza, kata Kementerian Dalam Negeri yang bermarkas di Gaza.

Korban warga Palestina yang tewas hari Minggu di Jalur Gaza naik menjadi 25, kata kementerian kesehatan daerah kantong itu, ketika Israel melakukan serangkaian serangan udara.

Kementerian itu mengatakan tiga orang, termasuk seorang wanita hamil, tewas di Gaza utara dan dua di Gaza selatan, menambah jumlah tujuh orang sebelumnya.

Tiga anggota keluarga yang sama, termasuk seorang bayi, kemudian dilaporkan tewas setelah serangan udara menghantam rumah mereka di Gaza utara, mendorong korban tewas lebih dari 20. Saksi mata mengatakan serangan udara itu menghantam sebuah gedung apartemen bertingkat di Beit Lahiya.

Sementara itu, faksi-faksi perlawanan Palestina mengumumkan dalam pernyataan bersama Ahad bahwa mereka menargetkan Beersheba dan Ashkelon dengan lusinan roket "sebagai tanggapan terhadap penargetan Israel atas rumah-rumah warga di Jalur Gaza."

Faksi-faksi perlawanan Palestina memperingatkan Israel agar tidak melanjutkan "kebijakan menargetkan dan membom rumah-rumah aman warga," bersumpah akan melakukan pembalasan.

[VIDEO — Imam Masjid di Gaza tetap melanjutkan bacaan Quran ketika pesawat Zionis membombardir Gaza tadi malam atau awal Tarawih Ramadhan]


Sumber: InfoPalestina, DailySabah

Loading...