KEMENANGAN ERDOGAN DI PEMILU LOKAL TURKI


[PORTAL-ISLAM.ID] Pilkada atau Pemilu Lokal Turki sudah digelar hari Minggu 31 Maret 2019.

Dilansir media Turki Daily Sabah, Aliansi Rakyat koalisi AKP (Partainya Erdogan) dan Partai Gerakan Nasionalis (MHP) memimpin pemilihan lokal Turki.

Di dua kota utama Turki, Istanbul dan Ankara, pemilihan berlangsung sangat ketat.

Di Istanbul, calon dari AKP Binali Yıldırım menang sangat tipis 48,71% melawan kandidat Partai Rakyat Republik (CHP) Ekrem Imamoğlu dari Aliansi Bangsa yang meraih 48,65%.

Sementara di ibu kota Ankara, dengan perhitungan masih 92,36% calon AKP Mehmet Özhaseki masih tertinggal 47,20% melawan kandidat Mansur Yavaş dari CHP memimpin dengan 50,62%.


Hasil keseluruhan pemilihan lokal, AKP menang di 16 kota metropolitan dan 24 provinsi. Pada pilkada tahun 2014, AKP memenangkan pemilihan lokal di 18 kota metropolitan dan 30 provinsi lainnya.

Memang terjadi penurunan, tapi kok masih dibilang Erdogan menang?

Hasil Pilkada Turki kali ada yang mengatakan bahwa Erdogan mengalami kemunduran, justru itu menjadi bukti bahwa Erdogan masih dicintai rakyat Turki. Kenapa? Karena Pilkada kali ini terjadi dalam kondisi di mana pihak Barat dan Liga Arab banyak “membantu” oposisi Turki dalam menciptakan narasi anti-Erdogan, sementara beliau hanya”sendiri” menghadapinya.

Lalu, konflik Suriah masih belum usai (isu pengungsi masih kacau). Perekonomian Turki juga masih belum pulih sepenuhnya dari serangan-serangan di tahun lalu (yang sepertinya memang didesain untuk dihantamkan saat pemilu kali ini).

Namun, Erdogan dan koalisinya sukses menjadi pemenang utama dalam pemilu kali ini.

Bayangkan, Istanbul itu diprediksi kalah, namun kenyataan di lapangan menunjukkan Binali Yildirim, calon Erdogan di Istanbul, unggul tipis hingga dinyatakan menang.

Lalu di kota-kota yang lepas dari pegangan Erdogan seperti Ankara , “kalah”nya itu tipis, tidak besar seperti yang ditampilkan dalam survei-survei. Apalagi, bersatunya oposisi (sejak dulu) memang akan membuat siapapun kandidat oposisi seperti di Ankara jadi unggul. Kenapa? Karena bila disatukan, suara oposisi di kota-kota seperti Ankara selalu lebih unggul dibanding suara pro-muslim.

Yang harus diperhatikan, koalisi Erdogan menang di beberapa wilayah-wilayah basis Kurdi seperti Agri dan Sirnak, wilayah-wilayah yang dulu menjadi tumpuan asing dalam mengacak-acak Turki (melalui kelompok kiri HDP/PKK). Jadi,Allah ganti dengan yang lebih baik. Bahkan soal suara partaipun, secara keseluruhan saat suara dalam pencoblosan di tingkat DPRD-DPRD ditotal, koalisi rakyat Erdogan (People Alliance) masih serupa raihannya (52%) dengan raihan saat Pilpres dan pileg 2018.

Ini berarti, dengan kondisi sulit sekalipun, “referendum” kali ini menunjukkan mayoritas rakyat Turki masih memegang kepercayaan pada Erdogan.

(M. Radityo)

*Perhitungan suara: https://www.dailysabah.com/elections/march-31-2019-turkish-local-elections-results/