Akun Twitter Di-Hack, Said Didu Ogah Lapor ke Polisi: Kapok!


[PORTAL-ISLAM.ID]  Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Said Didu, menjelaskan peretasan dan pengambilalihan akun Twitter miliknya, @saididu. Peretasan akun @saididu dipakai untuk memfitnah Ustadz Abdul Somad.

Terkait alasan belum melaporkan masalah peretasan ini pada kepolisian, Said punya alasan. Dia menilai bila masalah ini dilaporkan kepada pihak berwajib, maka semua identitas pribadinya akan dimintai oleh polisi. Maka itu, data-data pribadi lainnya pun harus turut dilaporkan.

"Pengalaman kita berbagai kasus, kalau kita melapor polisi, maka semua identitas pribadi media sosial kita akan diambil alih dan ditanyakan," kata Said saat konpers yang disiarkan tvOne.

Dia menambahkan bila melaporkan maka konsekuensinya telepon selulernya akan diminta seperti password. "Handphone dikasih tahu nomor hp kita, dipakai, kemudian e-mail kita diminta password nya segala," tuturnya.

Said mengaku, hal yang sama pernah terjadi terhadap seorang anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Mustafa Nahrawardaya.

"Dan Mustafa Nahra pernah berkali-kali mengalami peretasan akun medsos dan melaporkannya ke polisi, tapi malah yang terjadi adalah pengambilalihan lagi akun dia di medsos," ujarnya.

Kemudian, ia menekankan bila masalah ini dilaporkan kepada pihak berwajib, maka justru akan semakin sulit bermain media sosial.

Apalagi tak ada jaminan pelaku peretasan akan terungkap polisi. Begitu pun akun media sosial yang diretas itu akan kembali kepadanya

"Jadi kalau dilaporkan (ke polisi) malah kita tidak bisa lagi bermain medsos karena identitas pribadi kita sudah diambil alih semua. Dan faktanya, (akun medsos itu) tidak akan pernah kembali atau diungkap siapa yang melakukan pengambilalihan tersebut," kata Said.

Selengkapnya video konpers Said Didu: