Survei Litbang KOMPAS: Prabowo-Sandi Bisa Menang


[PORTAL-ISLAM.ID] Hasil Survei Litbang KOMPAS merupakan salah satu survei yang ditunggu-tunggu karena dinilai 'lebih netral' dibanding survei-survei lain yang dianggap bayaran dan hanya ABS (Asal Bos Senang).

Koran KOMPAS hari ini, Rabu (20/3/2019), merilis hasil survei terbaru yang dilakukan Litbang Kompas terkait elektabilitas pasangan capres-cawapres yang berlaga di Pilpres 2019, sebulan sebelum hari pencoblosan. Hasilnya, selisih elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno kian tipis.

Survei digelar pada 22 Februari-5 Maret 2019 di 34 provinsi Indonesia, menunjukan elektabilitas 01. Jokowi-Ma'ruf Amin 49,2%, 02. Prabowo-Sandiaga 37,4%, Belum Menentukan 13,4%.

Dalam rilisnya, Litbang Kompas menyebut hasil survei terbaru ini jika dibandingkan pada survei pada Oktober 2018, menunjukan adanya tren penurunan elektabilitas pasangan 01. Sebaliknya, elektabilitas pasangan 02 mengalami tren kenaikan.

Pada Oktober 2018, elektabilitas terpaut 19,9%, kini terpaut 11,8%. Artinya selama 6 bulan terjadi perubahan dukungan 8,1%

"Selama enam bulan, elektabiltas Jokowi-Amin turun 3,4% dan Prabowo-Sandi naik 4,7%. Walaupun penurunan Jokowi-Amin terlihat sedikit, pengaruhnya signifikan pada jarak keterpilihan," tulis KOMPAS.

Dengan demikian, Prabowo-Sandi berpeluang untuk menang di Pilpres 2019.

"Dengan situasi ini, bagi Prabowo-Sandi hanya perlu menambah elektabilitas sekitar 6 persen untuk membalikkan posisi dari runner-up menjadi pemenang dengan asumsi tidak ada perubahan pada pemilih yang belum menentukan pilihan," tulis KOMPAS.

TINJAUAN

"Menurut saya survei Kompas sudah "main aman". Entahlah, apakah akan diikuti oleh lembaga-lembaga survei lain yang biasa "ugal-ugalan". Bila ikut jejak Kompas, maka agak bahaya bagi Jokowi-Ma'ruf. Ia benar-benar sudah ditinggalkan. Ditinggalkan pemilih, juga lembaga survei," komentar Erizal Sastra, seorang pegiat sosmed.

Bila melihat rekam jejak survei Litbang KOMPAS, yang sudah menjadi rahasia umum keberpihakannya kepada siapa, maka posisi Jokowi-Maruf lebih bahaya lagi sebenarnya.

Sebagai contoh paling anyar survei Litbang KOMPAS di Pilgub Jabar 2018.

Mari kita simak... 01 pasti deg-degan...

Persis seperti hasil survei Pilpres yang dirilis sebulan sebelum Pilpres, survei Litbang KOMPAS juga merilis hasil survei Pilgub Jabar sebulan sebelum pelaksanaan Pilgub.

Survei Kompas Sebulan Jelang Pilgub Jabar:
Ridwan Kamil-Uu = 40,4%
Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi = 39,1%
Sudrajat-Syaikhu = cuma 11,4%

DAN HASILNYA???

JAUUUHH SEKALI SELISIHNYA...

Ridwan Kamil-Uu = 32,88% (minus 7,5% dari survei)
Sudrajat-Syaikhu = 28,74% (plus 17,34%)

Calon yang diunggulkan kelebihan "mark-up" 7,5%
Calon yang dibenamkan kekurangan 17,34%

Jadi kalau berkaca dari jejak survei Litbang Kompas, maka bisa jadi Prabowo-Sandi akan menang dengan selisih cukup besar.

Link:
Survei Litbang Kompas Jabar:
https://regional.kompas.com/read/2018/05/28/05000091/survei-kompas-sebulan-jelang-pilgub-jabar-ridwan-kamil-uu-404-persen-deddy

Hasil Pilgub Jabar:
https://www.liputan6.com/pilkada/read/3582393/rekapitulasi-suara-pilkada-jabar-final-rindu-kalahkan-asyik-414