Sandiaga: Buyback Indosat Bukan Soal Untung-Rugi, Tapi Soal Kedaulatan Data


[PORTAL-ISLAM.ID]  Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno bertekad membeli kembali (buyback) saham Indosat yang saat ini dikuasai perusahaan telekomunikasi Qatar. Menurut Sandiaga perusahaan telekomunikasi Indosat sangat penting untuk penguasaan data, salah satunya data KTP elektronik. Bukan soal untung rugi.

"Iya tentunya bukan lihat untung-ruginya sekarang tapi kedaulatan data. Kita akan launching big data nasional, kita perlu ditopang oleh perusahaan milik negara yang mengelola banyak sekali data," kata mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Sandiaga mengatakan jika mampu 'membawa kembali' Indosat ke tangan RI, ia akan bisa mendorong pengelolaannya sehingga tak mengalami kerugian.

"Bagi saya kalau saya diberikan amanah oleh Allah saya yakin bisa kelola Indosat dengan baik dan kita sama-sama mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda. Karena mereka mengelola data yang begitu banyak dengan integrasi sistem identification number kita, kita ada Telkomsel, Indosat akan luar biasa," katanya.

Sandi mengungkap sudah ada pengusaha dengan modal besar yang siap membantu membiayai keinginnnya mengambil alih perusahaan telekomunikasi itu kelak andai dirinya dan Prabowo memenangi Pilpres 2019.

"Saya langsung ditelepon pemodal besar siap mendanai dan tidak akan membebani keuangan negara," kata Sandi.

Penjualan saham Indosat terjadi pada 2002 silam di masa Presiden Megawati Soekarnoputri. Kala itu saham mayoritas PT Indosat Tbk dijual ke perusahaan Singapore Technologies Telemedia Pte Ltd (ST Telemedia). Sehingga kepemilikan saham Indosat kala itu: pemerintah Indonesia 15 persen, STT 41,94 persen, dan publik sebesar 43,06 persen.

Belakangan, STT menjual saham PT Indosat Tbk ke Qatar Telecom QSC (Qtel).

Saat in,i Qtel yang kini bernama Ooredoo Asia, itu memiliki saham mayoritas 65 persen. Kemudian, dikutip dari situs Indosat, pemerintah Indonesia memiliki saham 14,29 persen, lalu publik sebesar 20,71 persen.

Jokowi pernah berjanji saat pilpres 2014 untuk buyback Indosat, namun janji itu sampai sekarang tidak ditepati alias mangkrak.

Insya Allah Prabowo-Sandi yang akan melunasi janji itu.

[video - Sandiga Uno]