Rocky Gerung Sebut Esemka Hoax, Pakar Otomotif Beri Penjelasan Lebih Menohok


[PORTAL-ISLAM.ID] Rocky Gerung yang namanya naik daun karena pernyataan-pernyataannya yang lugas mencerdaskan publik menyebut bahwa proyek pengerjaan mobil Esemka ciptaan anak negeri adalah hoax.

Hal ini disampaikan Rocky di acara ILC tvOne (26/3/2019) yang mengangkat topik HOAX DIBASMI UU TERORISME.

Kalau mau konsekwen, maka Rocky Gerung menyebut Presiden Joko Widodo adalah orang pertama yang harus dikenakan UU Terorisme, apabila undang-undang tersebut diterapkan pada pelaku penyebaran berita bohong atau hoax.

"Kalau sekarang dipakai Undang-undang Terorisme, coba konsekuen, siapa pembuat hoax terbaik dan terbanyak? Ya presiden. Dari awal, Presiden sudah bikin hoax tentang Esemka. Maka, perlakukan Undang-undang Terorisme pertama pada Presiden. Itu konsekuensi dari cara berpikir hukum yang otoriter, akan kena dirinya sendiri," kata Rocky dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) tvOne, Selasa malam, 26 Maret 2019.

Selain Jokowi, menurutnya, calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin juga bisa dikenakan UU ini, karena pun telah melakukan penyebaran hoax juga seperti Jokowi. Sebab, kata dia, Ma'ruf telah mengamini akan ada produksi Esemka pada Oktober lalu.

Sampai sekarang mobil Esemka tak ada kabarnya lagi. Padahal dulu 2013 ada berita mobil Esemka sudah diproduksi masal dan laku 7 ribu unit (detikcom).

Apa Esemka kategori mobil berteknologi stealth yang tak terlihat oleh mata?


Pakar otomotif Ridwan Hanif dari Autonetmagz sudah membeberkan mobil Esemka itu boro-boro ada wujud mobilnya, lah wong websitenya aja kagak ada.

Ridwan mengatakan untuk bisa menciptakan mobil itu bukan sim salabim. Membuat mobil dari nol hingga siap pakai memerlukan waktu bertahun-tahun.

Menurut Ridwan, bisa saja membuat mobil dengan cara cepat menggunakan cara rebadge alias cuma nempel merek. Namun hal tersebut membuat calon pembeli di Indonesia berpikir dua kali.

Ridwan juga berpendapat, Indonesia tidak usah ngoyo bikin mobil nasional, karena kekuatan Indonesia bukan disitu. Indonesia bisa produksi pesawat, kapal, lokomotif.

"Daripada bikin mobil nasional yang nantinya (kualitasnya) malah dibully oleh negara-negara lain," kata Ridwan saat bincang-bincang di tvOne.

Simak penjelasan pakar otomotif Ridwan Hanif soal Esemka: