BEDA PRABOWO, BEDA JOKOWI


BEDA PRABOWO, BEDA JOKOWI

Jokowi berpidato berapi-api di Yogyakarta, mengaku sudah 4,5 tahun diserang fitnah. Dia mengatakan mulai saat ini akan melawan fitnah itu. Didepan para kiai dan pimpinan Ponpes Salafiah se-Banten di Serang, Jokowi juga bicara dirinya selama 4,5 menjabat presiden selalu difitnah dan dihina habis-habisan.

Fitnah itu ialah berupa hoax yang ditujukan kepadanya. Menurut Jokowi, Isu-isu hoax dan fitnah ini disampaikan bukan hanya di media sosial, tetapi juga dari pintu ke pintu di tengah masyarakat. "Contoh satu, Jokowi itu PKI. Saya pikir masyarakat nggak percaya, tapi survei kami terakhir 9 juta orang percaya," kata Jokowi. Maka, dia tak akan diam lagi, dia akan melawan.

Penasaran kan, siapa yang mengumbar fitnah kepada Jokowi? Sebagai upaya tabayun atas statement Jokowi atas fitnah untuknya itu, aku seperti biasanya search di google. Siapa tahu nemu jejak digital tokoh yang menebar fitnah terhadap Jokowi tersebut.

Netizen selalu bilang, jejak digital itu kejam jendral. Dan berita dari detikcom tanggal 11 Desember 2018 adalah jejak digital yang nyata. Terungkap disitu bahwa La Nyalla yang saat ini jadi pendukung Jokowi sendiri, mengakui telah menyebarkan fitnah tentang Jokowi keturunan PKI dan China.

Artinya penyebar fitnah itu sudah ketahuan, karena sudah mengakui sendiri. Dan orang tersebut sekarang ada dikubu Jokowi sendiri. Monggo pak Jokowi, kalo mau dilawan segera saja agar fitnahnya tidak makin menyebar.


Coba lihat PRABOWO bukan cuma 4,5 tahun, tetapi puluhan tahun difitnah soal pelanggar HAM berat, juga difitnah bersekongkol dengan Islam radikal, jika menang akan meniadakan dzikir, tahlih, bahkan NU akan dipinggirkan. Lalu apa yang PRABOWO katakan ?

PRABOWO justru mengajak para relawannya agar membalas fitnah dengan aksi kebaikan dan budi pekerti. Ia tak ingin aksi fitnah dan caci maki yang ditujukan kepadanya dibalas dengan perilaku yang serupa. PRABOWO meyakinkan pendukungnya, agar melakukan perlawanan dengan cara-cara lebih baik.

“Kalau kita disakiti, kita kesatria., kita (harus) tegar, tabah. Kita balas dengan budi pekerti,” katanya di hadapan ribuan massa pendukung di Denpasar, Bali. “Saya tidak takut difitnah dan kita jangan takut diintimidasi. Karena kita berada di jalan yang benar demi membela rakyat,” lanjutnya.

“Balaslah dengan kebaikan. Balas dengan senyuman. Jangan menambah keburukan lagi,” kata PRABOWO. Ia juga menegaskan, lebih baik kita bersama-sama berada di jalan pemberantasan berbagai persoalan di akar rumut. Persoalan tersebut seperti kemiskinan, kelaparan, kesehatan, dan pendidikan.

MasyaAllah, memang beda kelas pemimpin yang membawa kesejukan dan kedamaian dengan pemimpin yang selalu bikin gaduh.

Bravo PRABOWO !!!
Inshaa Allah PRABOWO-SANDI menang...!!!

Salam Indonesia Menang !!!

(Ari Saptono Herman)

*foto atas: Liputan6, kok pas banget ya ekspresinya?