Sosok Buni Yani


[PORTAL-ISLAM.ID]  Mas Buni Yani kemarin akhirnya dieksekusi dan ditahan di Lapas Gunung Sindur, satu Lapas dengan Ust ABB.

Lapas Gunung Sindur itu biasanya digunakan untuk tahanan dengan kesalahan maksimum, termasuk orang yang dianggap teroris.

Mas Buni Yani hanya meng-upload video pidato mantan Gubernur DKI, dan Mas Buni mengambil video dari staf humas DKI yang terlebih dahulu meng-upload-nya di medsos.

Mas Buni Yani tidak melakukan editing baik mengurangi atau menambah video tersebut. Namun Mas Buni divonis salah karena dianggap menyebarkan content yang dianggap menimbulkan persoalan SARA.

Masih panjang dan tidak akan bisa menang untuk diperdebatkan soal apa yang dilakukan Mas Buni Yani. Namun yang jelas ia sekarang harus menjalani hukuman utk sebuah video yang diunggahnya di Medsos.

Saya jadi ingat pernah bertemu Mas Buni saat awal-awal kasus ini mencuat. Rumah Mas Buni yang sangat sederhana dengan sofa-sofa yang telah lusuh membuat saya terkejut akan sosok Buni Yani.

Di rumahnya yg sederhana itu, mas Buni tinggal dengan dua anaknya yang masih kecil ( SD dan SMP) serta seorang istri yang hanya sebagai Ibu Rumah Tangga.

Mas Buni Yani yg jebolan sekolah LN dan menjadi dosen di sebuah Universitas memang hidup sederhana, dan tragisnya saat kasus ini meledak, saat itu juga Mas Buni kehilangan pekerjaannya. Saya tdk bisa membayangkan apa yang ada di benak anak-anak Mas Buni soal bapaknya.

Seorang Ayah yang bila di rumah mengajarinya belajar, dan mengajak lebih banyak membaca, karena di rumahnya tidak ada TV.

Mas Buni yang di garasi rumahnya tidak ada mobil dan motor ini, meski hidup serba pas-pasan, namun senantiasa membantu Yayasan Yatim Piatu mualaf di dekat rumahnya di Depok.

Banyak hal ingin saya tulis, tapi rasanya kelu. Apapun yang Mas Buni lakukan adalah demi agama Islam dan telah melahirkan ghirah kita semua untuk membela agama Islam dan Alqur’an.

Semoga Allah menguatkan Mas Buni, dan memberikan kesabaran padanya, juga pada anak-anak dan istrinya. Semoga suatu saat saya masih ingat jalan ke rumah Mas Buni untuk sekedar menengok anak-anak dan istrinya…Aamiin YRA.

Penulis: Naniek S. Deyang