Debat Pilpres Mirip Cerdas Cermat SMP, KPU Memalukan!


[PORTAL-ISLAM.ID] Debat Pertama Pilpres 2019 telah digelar tadi malam, Kamis (17/1/2019). Kebanyakan publik merasa sangat kecewa dengan kualitas Debat Pilpres 2019 yang diselenggarakan KPU ini.

Protes paling keras disampaikan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.

Berikut disampaikan Fahri di akun twitternya:

Kecewa saya sama panggung #DebatPertamaPilpres2019 malam ini....@KPU_ID tidak saja memberikan kisi2 tapi membolehkan adanya contekan sehingga wajah kandidat sering melihat ke bawah dan tidak menyimak. Akhirnya jawaban gak nyamBung. Ayo KPU ubah ini masih ada 4 kali.

Kita Harus membuat protes keras kepada @KPU_ID dengan melakukan drama seperti itu, maka calon presiden bisa bersembunyi di balik pertanyaan dan jawaban serta kisi2 yang telah dihafal. KPU menipu kita!

Apa tidak malu @KPU_ID melihat debat yang mirip cerdas cermat anak SMP dan SMA? Coba lihat deh.. kandidat tidak menyimak pertanyaan dan sangkalan... karena sibuk membaca kerpekan... lalu waktu menjawab tidak nyambung. Tapi karena jawaban capres kita anggap ok2 aja.

Calon presiden tidak perlu dibantu atau dilindungi dalam debat. Biarkan mereka ditelanjangi oleh kata2 mereka sendiri. Mereka jangan lagi membaca tulisan orang. Biar keluar apa yang sebenarnya ada dalam kepala, dalam hati dan dalam impian mereka. Jangan dibela!

Plis @KPU_ID stop sandiwara ini. Rakyat jangan dibodohi. kosa kata yg keluar dari moderator ini kayak anak2.. "mohon capres mengucapkan pujian kepada calon lain ya dan menyampaikan pesan damai..." maksudnya apa sih? Memang rakyat rusuh apa? Di bawah santai aja kok..

Ada 4 kali lagi debat, permohonan saya:
1. Kalau takut ramai gak usah bawa Timses. Di studio TV aja.
2. Gak usah kasi waktu 2-3 menit. Biar mereka olah narasi sendiri.
3. Stop bawa catatan baik kertas maupun Tablet.
4. Kasi waktu saling potong antar kandidat.

Para pejabat dan pimpinan lembaga negara khususnya yudikatif gak usah diajak nonton. Ngapain ketua MA, ketua MK dan ketua KY duduk di antara politisi? Juga banyak sekali pimpinan lembaga pemerintahan dan menteri? Buat apa?

Belum lagi pembisik dan tukang antar bocoran wira wiri ramai amat kayak coach dan pelatih dalam pertandingan tinju kelas layang. Biarkan aja dia sendiri saling berhadapan.  iar kelihatan siapa yang mandiri dan siapa yang tidak mandiri. Biar aja saling timpa aja!

Ini cuman adu mulut kok. Takut amat. Sekali lagi, ini kepentingan rakyat. Bukan KPU atau kandidat. Rakyat perlu tahu siapa yg akan mimpin mereka. Jangan main2. Sekian!

(Twitter @Fahrihamzah)