'WIS WAYAHE' PRABOWO-SANDI


[PORTAL-ISLAM.ID] WIS WAYAHE alias sudah waktunya untuk adanya perubahan kalau melihat animo yang hadir siang Senin (17/12/2018). Tak heran bila Gubernur DKI, Anies Baswedan yang turut hadir pun punya harapan besar, Insyaallh kemenangan saat Plkada DKI, akan terulang pada Pilpres 2019 nanti dimana pasangan nomor urut 02 (Prabowo-Sandi) yang akan menjadi juaranya.

Mencatat Rakernas Gerindra di SSC Sentul ada tiga hal yang menarik:

Pertama pernyataan Pak Prabowo, bahwa ia lebih baik mengaku apa adanya daripada berkata dan berlaku bohong dalam hal menjadi Imam shalat.

Menurutnya ia pernah belajar pada ulama tentang siapa yang pantas menjadi Imam Shalat? Dan Pak Prabowo mendapat jawaban, kalau ada orang yang pemahamannya dalam ilmu agama ada yang lebih bagus, maka sebaiknya orang tersebut yang menjadi Imam. Nah, dalam hal ini Pak PS sadar diri, bahwa belum pantas dirinya mengambil posisi sebagai Imam sholat, karena ada yang lebih hebat darinya dalam soal ilmu dan pemahaman agama Islam. Pak PS tidak mau mempermainkan agama, hanya demi pencitraan, maka dia harus berbohong dengan memaksakan diri menjadi Imam Shalat.

Hal menarik kedua, Pak PS berkali -kali mengucapkan terimakasih pada para ulama yang selama ini mendukungnya. Dan sekaligus beliau juga minta maaf pada para ulama, karena sering meragukan feeling mereka. Sebagai contoh dalam reuni 212, saat Ketua PA 212 Ustad Slamet Ma'arif menyusul ke Jawa Timur dan mengundangnya ke acara 212, Pak Prabowo sempat ragu apakah benar akan banyak yang datang, namun ia tetap berjanji akan datang. Dan akhirnya sangat di luar dugaan, karena yang datang ternyata sampai belasan juta.

Dalam Rakernas tersebut, Pak PS juga mengucapkan terimakasih pada seorang sahabatnya yaitu ulama besar yang masih di negeri orang (HRS), dimana pada saatnya nanti dia berjanji akan bersama-sama mengajak menjembut Imam Besar ke Arab Saudi.

Hal ketiga yang menarik adalah saat Pak PS menitipkan salam untuk Pak SBY, dimana beliau mengatakan, bahwa dirinya dan Gerindra juga anggota koalisi partai lain ikut merasakan disakiti atas penyobekan bendera Partai Demokrat.

(Nanik S Deyang)