I FEEL YOUR PAIN by Zeng Wei Jian


[PORTAL-ISLAM.ID]  Leftist scientist Noam Chomsky mengatakan, “Keep the adult public attention diverted away from the real social issues, and captivated by matters of no real importance.”

Taktik itu disebut “diversionary conflict”. Vladimir Putin adalah ahlinya.

Masalah ekonomi mengancam Rezim Putin. Gara-gara ekonomi ambruk, Putin bisa jatuh. Solusinya "start war on foreign land" atau "sharpens domestic ethnic divisions."

Adolf Hitler mengeksekusi dua opsi sekaligus. Ke luar negeri, dia rilis Perang "Lebensraum" dan mendorong pogrom Anti Yahudi di dalam negeri.

Di akhir 2014, harga minyak ambruk. Supaya rakyat lupa, setiap hari Putin merilis steady diet of war news from eastern Ukraine and Syria.

Dengan "Operasi Syrian", Putin sukses menaikan his international standing. Sekaligus meminimalisir aksi protes domestik akibat kondisi ekonomi buruk.

Di Indonesia, the real issue adalah nir prestasi Jokowi di segala bidang, terutama hukum dan ekonomi. Diversion tactic-nya; isue Khilafah, HTI, FPI dan hasutan "Suriahnisasi Indonesia".

Islamophobia sebagai "diversionary conflict" sengaja diinjeksi ke alam bawah sadar rakyat.

Pelan-pelan, masyarakat pasti sadar. Seperti kata Natalius Pigai, "Hujan fakta ngga bisa ditutup payung pencitraan.

Pa Prabowo tidak Anti Tionghoa. Dia pasang badan saat Haji Lulung menyerang Ahok. Soal Mei 98, masih ada dua Jenderal di atasnya. Ada Panglima ABRI Jenderal Wiranto yang sampai sekarang tidak perna ke luar negeri.

Kemarin, tanggal 07 Desember 2018, Pa Prabowo, Bu Titiek Suharto, Bu Maryani, Mpok Nur Asia, Maher Algadrie, Ahmad Dhani, Mulan Jamila dan seribuan pengusaha kecil dan pedagang Tionghoa ngumpul bareng di Restoran Suncity Glodok.

Sebelum Bu Titiek menyanyikan tembang lawas "Yue Liang Dai Biao Wo De Xin", Pa Prabowo diminta beri sambutan seputar "Tionghoa & Bisnis".

Orasinya dibumbui dengan cerita humor. Audience kerap tertawa dan tepuk tangan. Seandainya terpilih, Dia jamin keamanan dan iklim bisnis yang positif.

Pa Prabowo memahami dilema para pengusaha kecil menengah. Seperti famous quote President Clinton kepada komunitas minoritas; “I feel your pain".

Pa Prabowo tampil apa adanya. Dia selalu begitu. Punya sikap. Satria. Ngga bisa ditekan. Ngga menjilat menarik simpati.

Dia menyatakan, sama seperti kepada Amerika, dia hormat kepada Tiongkok sebagai negara besar dengan kultur tinggi. Dia juga hormat dengan sejarah 5000 tahun Tiongkok.

"Tapi saya bukan antek-antek Tiongkok atau Amerika," kata Pa Prabowo.

THE END

Penulis: Zeng Wei Jian