Cerita dan Harapan Mantan Pejuang Pro Integrasi Timor Timur kepada Prabowo


[PORTAL-ISLAM.ID]  Belu (27/12/2018) – Ratusan mantan prajurit pejuang pro integrasi Timor Timur dan pejuang pertempuran Seroja Timor Timur berkumpul di Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kehadiran mereka di wilayah perbatasan antara Republik Indonesia dengan Timor Leste itu hanya untuk bertemu dengan Calon Presiden nomer urut 02 Prabowo Subianto. 

Sebab, Prabowo merupakan sahabat dari para pejuang tersebut saat melakukan operasi militer untuk mempertahankan kedaulatan NKRI di wilayah Timor Timur. Silvino Taran yang merupakan sahabat Prabowo pada pertempuran Seroja di tahun 1976 itu mengaku senang lantaran bisa berkumpul kembali dengan teman seperjuangannya itu setelah 42 tahun tidak bertemu. 

Silvino menceritakan saat dirinya dipeluk oleh Prabowo ketika dirinya menunggu kehadirannya di Bandara A. A. Bere Tallo atau Bandara Haliwen, Atambua. Ia pun menjelaskan bahwa sosok sosok Prabowo Subianto merupakan seorang pemimpin yang berani saat berjuang mengangkat senjata bersamanya untuk kedaulatan NKRI. 

“Ketika beliau (Prabowo) turun dari pesawat, Saya belum sebut nama saya tapi dia yang langsung sebut Silvino, langsung dia tarik dan peluk saya. Dia (Prabowo) itu sangat pemberani, saya kenal beliau karena saya pernah perang sama sama,” ungkap Silvano saat menghadiri acara Temu Kangen Sahabat Prabowo di Hotel Matahari, Atambua, Kamis (27/12/2018). 

Ia pun menceritakan pertemuan pertamanya dengan Prabowo Subianto ketika dirinya yang merupakan partisan lokal (tentara sukarelawan) yang berasal dari Kota Suai (kini menjadi bagian dari wilayah Timor Leste) bergabung dengan grup batalion 516. 

“Lalu Kopassus datang dan beliau langsung perintahkan untuk pilih orang yang bisa bergabung dengan kita (Kopassus). Dan akhirnya saya bersama 7 orang bergabung dengan dia, disitu lah saya pertama kali bertemu beliau dan berjuang bersama di tahun 1976. Saya ikut perang bersama pak prabowo waktu usia saya 25 tahun saya masih gagah,” ungkapnya penuh canda. 

Jadi Presiden dan Perhatikan Mantan Pejuang


Dalam pertarungan Pilpres 2019 ini, Silvano Taran bersama para mantan pejuang pro integrasi Timor Timur lainnya berharap Prabowo Subianto dapat menjadi Presiden Republik Indonesia. Sebab selama ini ia merasakan kurang diperhatikan oleh pemerintah secara baik. 

Karena itu, ketika Prabowo dapat memenangkan Pilpres 2019, ia akan pergi ke Jakarta sebagai kunjungan balasan lantaran Prabowo pernah singgah kerumahnya pada saat perang waktu itu. 

“Saya berharap mudah mudahan beliau menang supaya kita bisa diperhatikan lebih baik. Dan kalau dia menang saya langsung ke jakarta. Waktu pas perang dia pernah kerumah saya dua kali,” ungkap Silvano yang kini berprofesi sebagai Petani di Atambua. 

Disisi lain, mantan prajurit pro integrasi Timor Timur lainnya yakni Yohanes Lauban juga menceritakan kisahnya saat pertama kali bertemu Prabowo. Ia bertemu dengan Capres yang berpasangan dengan Sandiaga Salahuddin Uno itu pada tahun 1992 ketika Prabowo bermalam di asrama TNI batalion 745 Kompi A. 

Ketika itu, Yohanes yang menjadi seorang Hansip ditugaskan oleh pemerintah untuk dilatih bersama masyarakat tentara sukarelawan lainnya untuk mengangkat senjata berjuang mempertahankan kedaulatan NKRI di Timor Timur. Selama empat bulan ia dilatih bersama tentara berangkat dari kota Suai menuju Los Palos (kini menjadi wilayah dari Timor Leste). 

“Saya kenal pak prabowo tahun 92 saya pertama kali bergabung di hansip dan bersama sukarelawan lainnya dan diminta negara berjuang, saya di latih selama 4 bulan dan bergabung bersama tentara berangkat dari Suai ke Los Palos. Beliau pak Prabowo menginap di asrama 745 kompi A, disitulah saya pertama kali bertemu dengannya,” ungkapnya. 

Ia juga berharap agar Prabowo Subianto bisa memenangkan Pilpres 2019 dan menjadi Presiden Republik Indonesia untuk memperbaiki kondisi bangsa saat ini. Sebab, hingga saat ini masyarakat yang tinggal di perbatasan khususnya masyarakat eks Timor Timur itu mendapatkan perumahan yang tidak layak sampai saat ini. 

“Dalam hal ini tempat pengungsian yang pusat nya di Haliwen yang lokasinya di depan bandara itu merupakan masyarakat eksodus dari Timor Timur semua. Jadi mereka itu sangat prihatin karena tempat tinggal mereka itu belum layak untuk di huni dan mereka itu sampai sekarang belum mendapatkan sebidang tanah untuk membangun rumah,” paparnya. 

“Jika beliau jadi presiden maka kami berharap masyarakat eksodus dari Timor Timur itu lebih di perhatikan. kami berharap jika beliau terpilih menjadi presiden kesejahteraan kita bisa lebih baik. Beliau adalah sosok seorang pemimpin yang baik bisa di banggakan untuk negara dan bangsa ini. Mudah-mudahan beliau menang di pemilu 2019,” tambahnya. 

Akan Perjuangkan Kesejahteraan Rakyat

Disisi lain, Capres Nomer urut 02 Prabowo Subianto dihadapan para mantan pejuang pro integrasi Timor Timur ke NKRI juga menegaskan akan berjuang menciptakan keadilan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia khususnya bagi para pejuang yang telah rela berkorban demi bangsa dan negara. 

“Saya masih ingat apa yang terjadi kepada kalian. Kalian berkorban segala-galanya, nyawamu, keluarga mu, harta mu, tanah mu, tapi kau masih tetap setia kepada Republik Indonesia ini, dan saya ingin pengorbanan kalian menjadi contoh bagi bangsa ini,” tutur Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu. 

Prabowo menegaskan bahwa kemerdekaan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dibangun oleh darah dan air mata. Karena itu ia akan terus berjuang untuk mengembalikan kehormatan para pejuang yang rela berkorban demi bangsa dan negara. 

“Sebetulnya impian saya jika saya jadi presiden Republik Indonesia maka saya akan datang kesini, karena saya ingin membayar hutang kehormatan bangsa Indonesia kepada saya, membayar pengorbanan yang telah diberikan oleh rakyat Timor kepada Republik Indonesia. Dan saya akan berjuang untuk memberikan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tandasnya.

Sumber: prabowo-sandi.com