Ajakan Untuk Kibarkan Bendera Allah di Reuni 212: SATU DIBAKAR. SEJUTA BERKIBAR. ALLAHU AKBAR!!


[PORTAL-ISLAM.ID]  Bertahun-tahun mendakwahkan bahwa liwa dan rayah itu bendera dan panji Rasulullah, seolah kurang berhasil. Yang menyambut, apalagi yang rela mengibarkannya, hanya segelintir orang.

Tapi ikhtiar itu terus berlangsung. Dakwah tetap berlangsung terus-menerus.

Lalu, tiba masa Allah memberikan pertolongan dari jalan yang tidak disangka-sangka para pejuang Islam yang ikhlas.

Dan ketika pertolongan Allah datang, tidak ada satupun yang mampu menghadang. “Wa makaru, wa makarallah, Wallahu khairul makirin”.

Tak terbilang ormas Islam yang ngakunya punya massa terbesar, berbusa-busa menuduh bahwa yang dibakar bukan bendera tauhid. Pemerintah juga senada seirama. Termasuk media-media nasional yang sudah terbeli, semuanya koor: Yang dibakar itu bendera HTI.

Tapi rakyat sudah cerdas. Kini, semuanya kenal al-liwa. Banyak yang berbondong-bondong membela ar-rayah.

Jutaan kaum muslimin bahkan dengan suka cita datang ke ibukota negeri muslim terbesar di dunia ini, untuk ikut bersama-sama mengibarkan al-liwa dan ar-rayah.

Tak peduli berapa banyak dana tabungan dihabiskan. Nggak masalah urusan pekerjaan sedikit tertunda.

Ada juga yang harus rela meninggalkan keluarga. Atau malah semua anggota keluarganya diboyong ke Jakarta dan untuk itu anggarannya kian membengkak.

Seorang muslim tak pantas membuat hitung-hitungan dengan Rabb-nya. Apalagi jika kalkulasi itu kemudian menghalanginya berangkat ke medan dakwah.

Sebab seluruh pengorbanan di jalan dakwah, tak ada yang sia-sia. Yakinlah, semuanya akan diganti Allah, dengan balasan yang berlipat ganda. Di dunia diganti tunai. Di akhirat diberi pahala.

Jadi, jika sampai H-1 ini ada yang masih ragu untuk ikut Reuni 212 di Jakarta Ahad 2 Desember 2018 besok, pikirkan baik-baik. Betapa meruginya kita kelak. Dunia akhirat.

Ambil kesempatan baik dan langka ini. Anda semua masih punya waktu untuk menyusul jutaan kaum muslimin dari seluruh Indonesia.

Bersama-sama kita akan mengacungkan al-liwa dan ar-rayah ke angkasa.

Kita tunjukkan pada semua orang:

SATU DIBAKAR. SEJUTA BERKIBAR. ALLAHU AKBAR.

Jakarta, 1 Desember 2018.

Akhukum fillah,

Penulis: M Ihsan Abdul Djalil