200 Caleg PBB Bulat Pilih Capres Hasil Ijtima Ulama


[PORTAL-ISLAM.ID] JAKARTA - Pada Jum'at (14/12/2018) kemarin, bertempat di Aula Masjid Al-Furqan di markas Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII), Jl. Kramat Raya 45, Jakarta, berlangsung Talkshow “Memenangkan PBB Melalui para Caleg Pro Ijtima’ Ulama, Menjadikan Pileg Sebagai Jihad Politik Untuk Meraih Amal Sholeh”. Hadir sekitar 200 caleg PBB yang datang dari berbagai daerah.

Anggota Pembina Dewan Da’wah KH. Cholil Ridwan mengantarkan, sudah sepuluh tahun Partai Bulan Bintang (PBB) tidak memiliki wakil di parlemen, baik di DPR Pusat maupun di DPR Provinsi. Kyai Cholil Ridwan menyampaikan hal itu dalam kapasitasnya sebagai salah satu pendiri PBB.

“Ini bukan salah Ka’ban, bukan salah Yusril. Ini salah ummat Islam,” ujar Kyai Cholil Ridwan sambil menekankan perlunya ummat dan caleg PBB meluruskan niat.  “Mari kita menangkan PBB, dengan atau tanpa Yusril,” ujarnya saat menjadi keynote speaker acara Talkshow “Memenangkan PBB Melalui para Caleg Pro Ijtima’ Ulama” Jumat siang kemarin (14/12/2018).

Persoalan yang terjadi di internal PBB, terjadi sejak Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra (YIM) menerima tawaran menjadi Penasihat Hukum Kubu 01 (JW-MA). Meski YIM menerima tawaran tersebut dalam kapasitasnya sebagai Advokat, predikat ‘cebong’ tak pelak tersemat kepadanya akibat kekecewaan ummat, para pendukung partai dan para caleg PBB. Di Media sosial kata-kata ‘nyebong’ dan serupa itu bertebaran. Perpecahan pun tak pelak terjadi diantara para caleg PBB. Sebagian mendukung Kubu 01, dan sebagian lainnya mendukung Kubu 02 hasil Ijtima’ Ulama 2.


Tampil sebagai narasumber acara talkshow adalah DR. Ahmad Yani SH, MH, Ustadz Jel Fathulloh, Ustadz Bernard Abdul Jabar, Adnin Armas, MA, Ustadz Dedi Suhardadi SH, SE dan Ustadz M. Khathath. Adapun H. Taufik Hidayat S.Sos, MA, Wasekum Dewan Da’wah bertindak sebagai Moderator.

Para tokoh ini menginisiasi acara pertemuan antara aktivis PBB, ulama dan tokoh masyarakat berawal dari keprihatinan mulai munculnya perpecahan diantara caleg PBB dan masyarakat pendukung PBB.

Ust. Jel Fathullah dan DR. Ahmad Yani, SH, MH menyoroti strategi pemenangan Pileg 2019 mendatang. “Kita lihat dulu, posisi kita ada dimana? Nah, mari sekarang kita buat strateginya untuk memenangkan Pileg mendatang. Saya yakin, PBB sebagai partai ummat, sebagaimana misi Dewan Da’wah dahulu mendirikannya, akan menjadi partai ummat Islam terbesar,” ujar Ust. Jel Fathulloh.

DR. Ahmad Yani, SH, MH sebagai penggerak PPP yang memilih bergabung dengan PBB, yakin PBB akan mampu melampaui jauh dari angka 4% Parliamentary Threshold (PT) melihat derasnya dukungan ummat Islam terhadap PBB.

Agar target ini terlampai, Ahmad Yani mengharap agar Caleg PBB bersatu, pilih Kubu 02. Jangan terpecah, karena antusiasme ummat kepada PBB sebagai partai dengan tagline bela Islam, bela rakyat dan bela NKRI, sudah sangat tinggi. Menurut pengamatan Ahmad Yani, ummat akan memilih caleg-caleg PBB.

“Dulu PBB sulit mencari caleg, sekarang calegnya berlimpah berlebihan. Itu menunjukkan harapan besar. Maka harapan ini jangan dikecewakan oleh PBB sebagai institusi,” katanya.

Tak hanya memenangkan Pilpres, pengawalan amanat 17 rekomendasi Ijtima Ulama juga penting dikawal oleh Caleg dari PBB yang nantinya melenggang ke Senayan. Hal ini menjadi daya tawar PBB semakin tinggi di mata umat Islam. "Kita akan memberikan dukungan kepada Prabowo dan kita juga tegas dalam pengawasan melalui DPR," paparnya.

"Kita tidak punya alternatif lain kecuali mendukung 02. Tidak boleh netral. Netral tidak ada dalam politik," tandasnya.

Ketua OC Reuni Akbar 212 Ust. Bernard Abdul Jabbar menyerukan agar caleg PBB solid memilih paslon Prabowo-Sandi.

Senada dengan Ust. Bernard, Ust. Mohammad Al-Khathath menyerukan kebulatan para pendukung PBB memilih Capres-Cawapres hasil Ijtima’ Ulama.

Ust. Khathath juga mengingatkan agar langkah Ketua Umum PBB harus seirama dengan semangat para pendukungnya. Jangan belok kiri, demikian Ust. Khathath mengistilahkan.

Ketua Majelis Syuro PBB M.S. Ka’ban yang juga hadir menuturkan, para pendukung PBB dan caleg-caleg PBB tidak perlu merisaukan langkah YIM, yang penting kita sudah bulat, pilihan kita untuk 02.

“Jadi saudara-saudara, perjuangan kita panjang. Saya harap kita tidak ada perbedaan pendapat, sebagaimana Majelis Syuro PBB juga telah bulat memilih 02. Yang kita perlu adalah berdoa dan berikhtiar bersama-sama, dan mengawal Pileg pada harinya, dari awal sampai akhir. Jangan ada yang lengah karena kecurangan akan banyak terjadi,” ujar M.S. Ka’ban.

Pertemuan bertajuk “Menjadikan Pileg Sebagai Jihad Politik Untuk Meraih Amal Sholeh” itu pun diakhir dengan deklarasi soliditas caleg PBB memilih Capres/Cawapres hasil Ijtima’ Ulama.

Moderator Taufik Hidayat berharap soliditas caleg PBB juga menular ke daerah-daerah. “Soliditas itu harus dimulai sejak hari ini dan ke depan,” ujar Taufik Hidayat.