Ikutilah KEBENARAN, Walau SENDIRIAN


[PORTAL-ISLAM.ID] Wahai saudaraku, yang namanya Kebenaran tidaklah mesti dianut oleh orang banyak. Meskipun seseorang bersendirian dalam menggenggam ajaran kebenaran, dialah yang berada di jalan yang benar.

Ibnu Mas’ud (رضي الله عنه) berkata,

اَلْجَمَاعَةُ مَا وَافَقَ الْحَقَّ وَإِنْ كُنْتَ وَحْدَكَ

“Yang disebut jama’ah adalah jika mengikuti kebenaran, walau ia seorang diri.” 

(Dikeluarkan oleh Al Lalikai dalam Syarh I’tiqod Ahlis Sunnah wal Jama’ah 160 dan Ibnu ‘Asakir dalam Tarikh Dimasyq 2/ 322/ 13).

Salafush sholih Fudhail bin Iyadh (رَحِمَهُ اللهُ تَعَالى) mengatakan,

عَلَيكَ بِطَرِيقِ الحَقِّ, وَلَا تَستَوحِشْ لِقِلَّةِ السَّالِكِينَ, وَإِيَّاكَ وَطَرِيقَ البَاطِلِ, وَلَا تَغتَرَّ بِكَثرَةِ الهَالِكِينَ

“Hendaklah engkau menempuh jalan kebenaran. Jangan engkau berkecil hati dengan sedikitnya orang yang mengikuti jalan kebenaran tersebut. Hati-hatilah dengan jalan kebatilan. Jangan engkau tertipu dengan banyaknya orang yang mengikuti yang kan binasa.” (Madarijus Salikin, 1: 22).

Karena sesungguhnya di hadapan Allah, kita akan mempertanggungjawabkan amal kita sendiri-sendiri.

وَلَا تَقۡفُ مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٌ‌ۚ إِنَّ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡبَصَرَ وَٱلۡفُؤَادَ كُلُّ أُوْلَـٰٓٮِٕكَ كَانَ عَنۡهُ مَسۡـُٔولاً۬

"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya." (QS Al-Isra: 36)