Prabowo Subianto: Saya Berkali-kali Minta Hasil Visum Dokter Ratna Sarumpaet


[PORTAL-ISLAM.ID]  Calon Presiden Prabowo Subianto mengaku telah menanyakan beberapa kali visum dokter terkait pengakuan Ratna Sarumpaet mengalami penganiayaan.

Hal ini diungkapkan Prabowo di acara DiRossi Kompas TV yang rekamannya diunggah di akun Youtube pada Sabtu 6 Oktiber 2018

"Setelah itu (bertemu Ratna Sarumpaet) tolong tanyakan visum dokternya mana. Saya tanya berkali-kali," kata Prabowo Subianto.

Tak lama kemudian, kata Prabowo, Ratna Sarumpaet akhirnya meminta maaf kepada publik terkait pengakuan bohong tersebut atau hoax.

"Bagi saya ini misteri. Tapi besoknya dia mengaku, dia minta maaf. Saya menduga beliau (Ratna Sarumpaet) ada masalah, ada tekanan jiwa," ujar Prabowo Subianto.

Setelah pengakuan dan permintaan maaf Ratna Sarumpaet, Prabowo pun ikut meminta maaf kepada publik karena dirinya sempat mempercayai kabar tersebut, dan menggelar konferensi pers.

"Begitu beliau mengaku minta maaf, saya juga langsung minta maaf ke publik. Kalau memang mau diusut, silakan diusut," ujarnya.

Mengapa sekaliber Prabowo langsung menggelar konferensi pers, tidak cek and ricek, pasca bertemu dan mendengar pengakuan Ratna Saumpaet dianiaya?

"Beliau adalah tim (kampanye), saya hormat, saya kagum, saya simpati kepada beliau. Saya sebagai warga negara yang pernah menjadi prajurit, saya anggap sangat hina dan pengecut kalau yang dipersekusi wanita."

"Bagi kami, pendekar, lawan kita tidak boleh orangtua, wanita, dan anak kecil. Jadi saya terpanggil (mendengar pengakuan Ratna Sarumpaet), saya harus membela orang yang mengaku dianiaya."

"Kita harus selidiki, apa yang menyebabkan beliau melakukan hal seperti itu," ujar Prabowo.

Prabowo mengatakan mengenal Ratna Sarumpaet saat pemilihan Gubernur DKI Jakarta.

Saat itu, lanjut Prabowo, Ratna Sarumpaet ikut mendukung Anies Baswedan-Sandiaga Uno, pasangan terpilih yang di antaranya diusung Partai Gerindra.

Sebelumnya Prabowo juga sering mendengar Ratna Sarumpaetsebagai tokoh seni, sering membela orang lemah, di antaranya kasus penggusuran di Auarium Jakarta.