Kemensos Kehabisan Dana untuk Lombok


[PORTAL-ISLAM.ID] Janji pemerintah pusat untuk memberikan dana jaminan hidup bagi korban gempa di NTB nyaris pasti tak bisa ditepati pemerintah pusat. Kementerian Sosial yang harusnya menyiapkan dana tersebut mengaku sudah kehabisan uang.

Kejadian bencana alam besar yang hampir berurutan, Lombok kemudian Sulawesi Tengah, ternyata menguras anggaran penanganan bencana di Kementerian Sosial (Kemensos). Untuk proses rehabilitasi di Lombok, mereka mengusulkan suntikan dana kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Tapi BNPB juga minim.

Kondisi keuangan Kemensos yang menipis untuk menghadapi bencana itu diungkapkan oleh Staf Ahli Mensos Bidang Perubahan dan Dinamika Sosial Asep Sasa Purnama. Kebutuhan anggaran yang diusulkan ke BNPB itu mencapai Rp 567,685 miliar.

Anggaran yang mencapai setengah triliun lebih itu digunakan untuk tiga jenis keperluan. Yakni untuk bantuan jaminan hidup sebesar Rp 322,226 miliar untuk 358.029 jiwa. Skema bantuan jaminan hidup ini adalah setiap jiwa mendapatkan Rp 10 ribu/hari dengan durasi pemberian selama tiga bulan.

Kemudian untuk santunan 1.478 jiwa korban luka sebesar Rp 3,695 miliar. Alokasi berikutnya adalah bantuan isi rumah sebesar Rp 241,764 miliar. Alokasi anggaran untuk bantuan isi rumah diberikan kepada 80.588 kepala keluarga (KK). Sehingga setiap KK mendapatkan anggaran Rp 3 juta.

Kemensos mencatat, jumlah rumah rusak mencapai 80.588 unit. Alokasi anggaran pembangunan setiap rumah berbeda-beda sesuai tingkat kerusakannya. Rumah dengan kondisi rusak berat mendapatkan alokasi Rp 50 juta.

Juru bicara command center Kemensos Adhy Karyono mengatakan, pada prinsipnya pemerintah tetap menjalankan misi kemanusiaan dan operasi pasca bencana di Lombok, NTB.

"Kami tidak meninggalkan NTB," jelasnya. Dia mencontohkan di Lombok saat ini masih berlangsung 15 pos layanan psikososial.

[Sumber: Koran LOMBOK POST, Sabtu 6 Oktober 2018]

***

Sementara itu, Pemerintah tetap ngotot menggelar acara pertemuan bos-bos IMF-Bank Dunia di Bali mulai besok Senin 8 Oktober - 14 Oktober 2018 yang menghabiskan Anggaran Total mencapai Rp 6,9 Triliun.

Diantarnya untuk:
πŸ‘‰ Akomodasi peserta mencapai Rp 569 Miliar
πŸ‘‰ Makan Minum peserta Rp 190 Miliar
πŸ‘‰ Hiburan untuk peserta Rp 57 Miliar
πŸ‘‰ Souvenir untuk peserta Rp 90 Miliar