Dhani ngomong "IDIOT" jadi Tersangka, Jokowi ngomong "SONTOLOYO" apakah bakal jadi Tersangka?


[PORTAL-ISLAM.ID] Kepolisian Daerah Jawa Timur menetapkan politikus Partai Gerindra, Ahmad Dhani Prasetyo, sebagai tersangka pencemaran nama baik. Dia terjerat kasus gara-gara mengucapkan kata 'IDIOT' yang menyinggung salah satu unsur massa pengunjuk ras yang menolak deklarasi #2019GantiPresiden.

"Yang bersangkutan, saudara AD (Ahmad Dhani) kami tetapkan sebagai tersangka atas laporan pencemaran nama baik karena ujaran I (idiot)," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim, Komisaris Besar Polisi Frans Barung Mangera, di Markas Polda Jatim, Surabaya, pada Kamis, 18 Oktober 2018.

Dhani dilaporkan elemen Koalisi Pembela NKRI ke Polda Jatim karena nge-vlog saat dia tertahan pendemo di Hotel Majapahit, Surabaya, pada Minggu, 26 Agustus 2018. Pagi itu, Dhani sedianya hadir ke acara deklarasi #2019GantiPresiden di Tugu Pahlawan Surabaya. Tapi hotel tempat Dhani digeruduk sehingga Dhani tidak bisa keluar dan akhirnya tidak bisa menghadiri deklarasi.

Dhani jengkel dan akhirnya melontarkan ungkapan "IDIOT". Harusnya massa demo penguasa, malah yang didemo oposisi.

Tidak hanya jadi tersangka, musisi pentolan Dewa 19 ini juga dicekal ke Luar Negeri.

Link:
https://www.viva.co.id/berita/nasional/1085628-ahmad-dhani-jadi-tersangka-ujaran-idiot
https://www.liputan6.com/news/read/3673498/jadi-tersangka-ucapan-idiot-ahmad-dhani-dicegah-ke-luar-negeri

***

LALU BAGAIMANA DENGAN YANG MULIA PRESIDEN RI JOKO WIDODO?

Pada Selasa (23/10/2018) kemarin Yang Mulia Bapak Presiden Joko Widodo melontarkan kata kebencian dan makian "Sontoloyo" di hadapan khalayak.

Kata "Sontoloyo" yang keluar dari mulut Yang Mulia Bapak Presiden Joko Widodo terkait polemik dana kelurahan, yang rencananya akan ia cairkan pada 2019.

Jokowi menyebutkan adanya dana kelurahan karena memang dibutuhkan untuk pembangunan di kampung-kampung. Jokowi tidak terima setiap kebijakan pemerintah selalu dikait-kaitkan dengan urusan politik khususnya Pilpres 2019.

"Kehidupan bukan politik saja, ada sosial, budaya ekonomi, kenapa semua dihubungkan dengan politik. Itulah kepandaian politikus untuk memengaruhi masyarakat. Hati-hati banyak politikus baik-baik, tapi banyak juga politikus sontoloyo," ujar Jokowi saat pembagian sertifikat tanah di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa, 23 Oktober 2018.

Link: https://www.viva.co.id/berita/politik/1087182-jokowi-banyak-politikus-sontoloyo

Yang Mulia Bapak Presiden Joko Widodo mengaku karena jengkel jadi akhirnya melontarkan kata "Sontoloyo".

Link: https://nasional.kompas.com/read/2018/10/24/19052101/jokowi-karena-sudah-jengkel-keluarlah-itu-sontoloyo

***

MARI BANDINGKAN KATA "IDIOT" DENGAN "SONTOLOYO"

KBBI:
IDIOT
idi.ot = n taraf (tingkat) kecerdasan berpikir yang sangat rendah (IQ kurang dari 20); daya pikir yang lemah sekali; tunagrahita

Link: https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/idiot

SONTOLOYO
son.to.lo.yo = p cak konyol, tidak beres, bodoh (dipakai sebagai kata makian)

Link: https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/sontoloyo


SANGAT JELAS DAN CLEAR: KATA "IDIOT" BUKAN MAKIAN, SEDANG "SONTOLOYO" ADALAH MAKIAN

JADI "SONTOLOYO" ADALAH UJARAN KEBENCIAN (HATE SPEECH) YANG LEBIH LAYAK MENJADI TERSANGKA DIBANDING KATA IDIOT.

KALAU HUKUM DITEGAKKAN DENGAN ADIL, MAKA SIAPAPUN BERKEDUDUKAN SAMA DI DEPAN HUKUM, ORANG AWAM ATAU PRESIDEN SAMA KEDUDUKANNYA DI DEPAN HUKUM.

KATA "SONTOLOYO" ADALAH UJARAN KEBENCIAN, PELAKUNYA LAYAK JADI TERSANGKA.

MARI TEGAKKAN HUKUM SEADIL-ADILNYA.