Sandi Tak Mau Pasang Iklan di Bioskop, Alasannya Orang Yang Nonton Malah Jadi Sebel


[PORTAL-ISLAM.ID] Sandiaga Uno nggak mau pasang iklan di Bioskop, karena orang datang ke Bioskop itu mau nonton film, mau rekreasi melepas penat, dikasih iklan eh jadi sebel.

"Kalau saya, saya akan bilang sama tim kampanye saya jangan menaruh iklan di bioskop," ujarnya di Jakarta, Jumat (14/9/2018), seperti dikutip Kompas.

"Karena apa? Karena orang datang ke bioskop itu ingin nonton film, begitu ada iklan, eh sebel begitu," sambung dia.

Meski begitu, Sandiaga yang punya pengalaman duduk di pemerintahan DKI Jakarta sebagai wakil gubenur mengatakan, anggaran untuk sosialiasi kinerja pemerintahan memang ada.

Namun, penempatan iklan perlu cermat. Sebab, kata dia, di tengah proses menuju pemilu, iklan pemerintah bisa saja dianggap bagian dari kampanye oleh masyarakat.

Meski begitu, Sandiaga tidak mau berspekulasi ikut-ikutan menilai iklan pemerintah Jokowi di bioskop benar atau tidak.

"Bagi saya yang penting ada enggak undang-undang yang dilanggar? Ada enggak peraturan dan ketentuan yang dilanggar? Kalau enggak, ya enggak usah terlalu dibesar-besarkan," kata dia.

SEBELUMNYA, publik dihebohkan dengan Iklan pemerintah Jokowi di layar bioskop. Iklan tentang kesuksesan pembangunan infrastruktur itu muncul di antara pariwara lain saat film akan diputar.

Seorang penonton bernama Nina Asterly mengaku kesal dengan kemunculan iklan tersebut. Baginya, menyaksikan hal itu hanya buang-buang waktu dan mengganggu suasana. Apalagi dia tengah asyik menonton thriller film-film yang akan diputar di bioskop.

“Barusan nonton di bioskop cinema XXI...tolooong kembalikan 3 menit sy yang terbuang percuma gara2 pas lagi asik2 nonton thriller film2 eeh tiba2 ADA IKLAN JOKOWI 😡....merusak suasana ajah...orang ke bioskop mau senang2 nonton film !!!!😡😡,” ujar Nina Asterly melalui akun twitternya @nynazka.

Tanggapan beragam muncul dari warganet atas kicauan Nina tersebut. Ada warganet yang menyindir, sekalipun Jokowi diiklankan di bioskop tetap saja masyarakat tidak mau memilih.

“Biar masuk XXI tetap aja kagak bakal laku ya mbak,” ujar pemilik akun @rafiqi_28.

“yg semula belum tentukan pilihan setelah lht iklan jokowi jg eneg, jd dah gak pilih jokowi,” komen @yuliusheksa.

“Sama mbak, semlm sy nonton sm keluarga, tau" ada iklan dilan promosi kberhasilan infrastruktur, @KPU_ID itu trmasuk kampanye bkn sih?? #seriusnanya,” kata @SuwartoArnus.

“sama,  Kayaknya masif bgt,  itu iklan bisa dikatakan kampanye terselubung,” komen @ini201.

Sementara akun @DimitriYusuf meminta kepada Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) untuk langsung menyelidiki dugaan pelanggaran kampanye di iklan tersebut.

“Bawaslu tolong diselidiki. Ini melanggar aturan karena curi start kampanye. Mentang-mentang berkuasa terus sewenang-wenang,” tukasnya.