Kalender Hijriyah, Berawal Dari Surat Khalifah Umar Yang Tak Bertanggal


[PORTAL-ISLAM.ID] Berawal dari surat-surat tak bertanggal, yang diterima Abu Musa Al-Asy‘ari radhiyahullahu’anhu, sebagai gubernur Basrah kala itu, dari Khalifah Umar bin Khatab. Abu Musa mengeluhkan surat-surat tersebut kepada Sang Khalifah melalui sepucuk surat:

إنه يأتينا منك كتب ليس لها تاريخ

“Telah sampai kepada kami surat-surat dari anda, tanpa tanggal...”


Dari peristiwa ini Khalifah Umar berniat untuk menentukan penanggalan sesuai dengan peradaban waktu itu. Maka dikumpulkan para sahabat yang utama untuk membahas masalah ini.

Dalam majelis para sahabat ada yang usul, penanggalan dimulai sejak kelahiran Rasulullah, sebagaimana tarikh miladiyah (kalender masehi) yang didasarkan pada kelahiran nabi Isa AS.

Namun ini tidak disetujui khalifah Umar.

Sahabat Ali bin Abi Thalib menyarankan, tarikh ini sebaiknya didasarkan sejak Rasulullah hijrah dari Makkah ke Madinah, karena ada semangat perjuangan dan perubahan kaum muslimin menuju kehidupan dunia dan akhirat yang lebih baik.

Usulan sahabat Ali ini diterima oleh Khalifah Umar dan disepakati oleh majelis sahabat / ijma' para sahabat berdasarkan firman Allah:

.... لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيهِ ۚ فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَنْ يَتَطَهَّرُوا ۚ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ

"....Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa (Masjid Quba) sejak 'hari pertama' adalah lebih pantas engkau melaksanakan salat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang bersih." (QS At Taubah : 108)

Para sahabat memahami makna 'hari pertama' dalam ayat ini adalah hari pertama kedatangan hijrahnya nabi, sehingga momen tersebut pantas dijadikan acuan awal tahun tarikh/kalender hijriyah.

Maka ditetapkanlah tahun hijriyah ini pada tahun 638 Miladiyah. Sedangkan Rasulullah hijrah pada tahun 622 Miladiyah. Jadi penetapan Tarikh Hijriyah ini diawali pada tahun 16 Hijriyah.

Hijrah mempunyai dua makna:
1. Umum : meninggalkan yang dilarang Allah
2. Khusus : pindah dari negeri syirik ke negeri Islam
Makna hijrah secara umum lebih tepat untuk kita aplikasikan dalam kehidupan kita sekarang ini.

Hari ini tanggal 1 Muharram 1440 Hijriyah.

Momen tahun baru hijriyah ini akan sia-sia bila kita tidak memperingatinya sesuai dengan semangatnya, yaitu 'Hijrah'.

Maka di awal tahun ini kita mari kita 'hijrah' ke arah yang lebih baik, dimulai dari hal yang terkecil, dari diri sendiri dan dimulai dari sekarang, misal:

- Mulai hari ini saya akan rajin sholat berjamaah
- Mulai hari ini saya harus tilawah Al Qur'an 1 hari 1 Juz
- Mulai hari ini saya berusaha tidak merokok
- Mulai hari ini saya puasa senin kamis
- Mulai hari ini saya akan menjaga lisan dan jari saya
- Mulai hari ini saya tidak mudah menghakimi orang
- dll.. sesuaikan dengan diri kita masing-masing

Mari kita maknai tahun baru 1440 Hijriyah ini dengan 'hijrah' menuju kehidupan yang lebih baik semampu yang bisa kita lakukan....

وَمَن يُہَاجِرۡ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ يَجِدۡ فِى ٱلۡأَرۡضِ مُرَٲغَمً۬ا كَثِيرً۬ا وَسَعَةً۬‌ۚ وَمَن يَخۡرُجۡ مِنۢ بَيۡتِهِۦ مُهَاجِرًا إِلَى ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ثُمَّ يُدۡرِكۡهُ ٱلۡمَوۡتُ فَقَدۡ وَقَعَ أَجۡرُهُ ۥ عَلَى ٱللَّهِ‌ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورً۬ا رَّحِيمً۬ا 

"Dan barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di Bumi ini tempat hijrah yang luas dan (rezeki) yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh, pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang". (QS. An Nisaa' : 100)

Semoga Allah meridhoi upaya hijrah kita...
Aamiin....

Wallahu a'lam.

(Mari Haryanto)