DIKRITIK SALAH, DIBANTU DINYINYIRIN


DIKRITIK SALAH,
DIBANTU DINYINYIRIN

Ketika terjadi krisis moneter pada 1998 lalu, saya ingat betul para pejabat saat itu menukarkan dolar mereka ke rupiah. Contoh yang dilakukan pejabat itu sekaligus himbauan kepada pengusaha, untuk membantu pemerintah menahan laju pelemahan rupiah dengan cara menukarkan simpanan USD mereka.

Kali ini, 20 tahun kemudian, keadaan berbalik.

Ada seorang pengusaha sukses yang harta kekayaannya dapatkan bukan dari uang negara, melainkan dari usahanya sendiri, mempelopori mengkonversi assetnya yang dalam bentuk USD ke dalam Rupiah.

Kebetulan pengusaha sukses yang nasionalis itu berasal dari partai OPOSISI dan akan menjadi penantang petahana.

Eeeh..., justru PEJABAT NEGARA yang mengkomentari SINIS tindakan menukar USD ke rupiah.
Padahal, sedikit banyak ada hasilnya dari gerakan menukar dolar ke rupiah, setidaknya sehari kemarin, Kamis, 6 September, rupiah sedikit menguat.

Entah apa yang mendasari pejabat ini berkomentar sinis seakan menyindir.
Beliau sendiri punya simpanan dolar lho!
Menurut data di situs KPK, ada 1.800-an USD simpanan beliau. Lucunya dia malah kaget dan mengatakan tidak tahu bahwa dirinya punya dolar segitu banyak. Katanya...

Ada juga Sekjen partai pendukung petahana yang berkomentar nyinyir, karena menukar dolar ke rupiah berarti Sandiaga mendapat "untung".

Ini anak paham enggak sih, bahwa yang bikin rupiah melemah BUKAN Sandi?!

Kalau kalian tidak ikhlas Sandi mendapat penilaian baik dari publik karena menukarkan aset dolar yang dimiliki ke rupiah, suruh dong pemerintah dan para taipan pendukung pemerintah untuk berbuat yang sama atau lebih!

Repot ya... oposisi mengkritik pemerintah karena rupiah melemah, gak boleh.

Eeeh..., giliran dibantu supaya nilai rupiah menguat, malah dicurigai, di-sinis-in, dinyinyirin.

Akhirnya, senjata makan tuan.

Publik bisa menilai kok mana yang berbuat untuk negeri ini di kala susah.

Lihatlah komentar nettizen. Mereka justru muak dengan komentar pejabat yang tidak mampu mengapresiasi peran serta pengusaha swasta membantu negara.

07-09-2018

(Iramawati Oemar)

Baca juga :