Pernah Dituding Prabowo Di-Mark Up, LRT Palembang yang Menghabiskan Triliunan Rupiah Sudah Mogok 3X, KPK Diminta Usut


[PORTAL-ISLAM.ID] Belum satu bulan diresmikan Presiden Joko Widodo, moda transportasi Light Rail Transit ( LRT) Palembang, Sumatera Selatan, alami mogok tiga kali ditengah jalan.

Terbaru pada Minggu sore (12/8/2018) kereta LRT ini kembali mogok di tengah perjalanan.

Akibatnya, ratusan penumpang kereta light rail transit( LRT) Palembang nekat turun dari kereta dan berjalan kaki sejauh 2 Km karena LRT tersebut berhenti mendadak di tengah lintasan di stasiun Jakabaring.

LRT tersebut mogok, sehingga tidak bisa melanjutkan perjalanan, membuat penumpang berduyun-duyun untuk berjalan menuju ke stasiun terdekat.

"Kami satu jam terjebak didalam terkunci gak bisa keluar, panas, ada penumpang yang pingsan. Hati-hati ya Pemerintah buat LRT!" kata ibu-ibu seorang penumpang melampiaskan kemarahannya.

"Aku kapok naik kereta LRT. Takuutttt. Gemeteran jantungku," kata ibu-ibu penumpang yang lain.

Video dan Foto mogoknya LRT ini viral dibagikan oleh banyak akun Facebook dan akun Instagram seperti akun Instagram @plglipp dan akun Facebook Asyraf Chayang Attalah dan Aak Zakky Kiemas.

Dalam postinganya Aak Zakky Kiemas mengutarakan kritikannya atas mogoknya LRT ini.

"Viralkan LRT memakan Biaya Triliun an. Mogok Mogok..... rakyat Jadi korban. Hahahaha Nasib Nasib Jaman Edan...LRT Palembang yang Menghabiskan Uang Rakyat triliun an... Astagfirullah sangat banyak. Belum Apa apa sudah mogok...Bikin Malu.. Atau Ada Yang akan Malu..," tulisnya.

Warganet yang lain mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menyelidiki proyek LRT Palembang ini.

"Proyek LRT Triyunan tapi hasilnya memalukan. KPK usut dong proyek LRT triyunan jangan asyik usut suap ratusan juta & puluhan juta saja," kata @YamaniTeuku.



Pernah disorot Prabowo ada mark-up

Proyek LRT Palembang Sumsel sebelumnya sempat disorot Prabowo Subianto yang disebutnya terlalu mahal.

Prabowo menjelaskan, pembangunan LRT Palembang yang panjangnya 24 kilometer dengan biaya Rp 12 triliun itu tergolong sangat boros, “Itu terlalu banyak penggelembungannya,” kata dia dalam acara Halal Bihalal di Rajawali Grand Ballroom Palembang, Kamis 21 Juni 2018, seperti dilansir Tempo.

Dia membandingkan pembangunan LRT di negara Eropa, untuk biaya pembangunan LRT per 1 kilometernya menggunakan dana US$ 8 juta saja. “Kita bandingkan dengan di sini, biaya pembangunan mencapai 40 juta dolar per 1 kilometer,” kata dia.

Dengan perbandingan itu, ia menegaskan pembangunan LRT tersebut dinilai terlalu banyak penggelembungan. “Selisih biaya pembangunan di Eropa mencapai 32 juta dolar, kalau dirupiahkan mencapai Rp 44 miliar, itu per 1 kilometer saja,” ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, kalau ditotal 24 kilometer maka lebih besar lagi pembiayaan karena penggelembungan. “Dana itu sangat besar bagi masyarakat, bisa membangun rumah sakit, sekolah atau kebun-kebun rakyat,” lanjutnya.

[video - LRT Palembang Mogok di Tengah Jalan]