Nyinyiri Polling Prabowo-Sandi Pakai Bot, Jokower Dede Budhyarto DISLEDDING Media Rusia


[PORTAL-ISLAM.ID]  Kemenangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uni di berbagai polling media sosial twitter rupanya membuat gerah pendukung Jokowi.

Salah satu pendukung Jokowi, Dede Budhyarto menyinyiri kemenangan tersebut melalui akun twittternya @kangdede78, Sabtu, 11 Agustus 2018 lalu.

Dede berkata kemenangan tersebut karena bot-bot votters asal Rusia mulai bekerja.

"Jangan heran klo polling2 dr Capres Jenderal Kardus & Cawapres bango koalisi Kardus baper selalu menang, bot2 dari Rusia sdh mulai bekerja," tulisnya.
Tak disangka-sangka, cuitan Dede dikomentari oleh akun twitter resmi media Rusia @RBTHIndonesia.

Berikut serangan telak @RBTHIndonesia kepada Dede.

"Dear @kangdede78, kami tidak tahu siapa Anda, tapi sepertinya Anda cukup berpengaruh, dilihat dari jumlah followers Anda dan Twitter bahkan memverifikasi akun Anda. Tapi, apa yang Anda tweet seminggu lalu ini sangat menarik (sayangnya, kami baru baca)," tulis akun tersebut.
Sekilas, kami lihat sepertinya Anda cukup aktif mendukung Presiden Joko Widodo, dan itu tentu hal yang baik. Sebagai warga negara, tentu penting untuk mendukung presidennya.

Saya pikir, Anda tidak perlu khawatir Rusia akan mencampuri politik dalam negeri Indonesia. Coba baca lagi sejarah, pernahkah Rusia melakukan itu? Bahkan terhadap Indonesia.

Kalau Anda merasa "paranoid" dengan apa yang terjadi di AS, saya hanya bisa bilang ... coba variasikan sedikit sumber berita yang Anda baca. Baca media kami, misalnya. Ini alamatnya. https://t.co/MxcSmQkWq2

Anda sepertinya tidak tahu bahwa Presiden Joko Widodo bahkan mendapat keistimewaan saat bertemu dengan Presiden Putin di Sochi, Rusia, pada 2016. https://t.co/RPJ1rDFIj4

Presiden RI adalah pemimpin ASEAN pertama mau ditemui Putin dan bahkan yang paling lama ia temui dibandingkan dengan pemimpin-pemimpin ASEAN lain. https://t.co/c4ToSv05n1

Jadi, kalau Anda sampai bilang bot-bot Rusia sudah mulai bekerja untuk memanipulasi hasil polling, itu bukan saja imajinasi yang berlebihan, tapi kebodohan yang luar biasa.

Rusia tidak pernah memilih siapa yang harus memimpin suatu negara. Rakyatnyalah yang berhak menentukan. Rusia selalu siap bekerja sama dengan negara mana pun yang ingin bekerja sama tanpa melihat siapa pemimpinnya.

Tapi mungkin saat men-tweet waktu itu, Anda sedang tidak sadarkan diri. Kalau memang begitu, ini bisa dimaklumi. By the way, kami punya artikel yang (mungkin) bisa membantu Anda. 😊 https://t.co/2qWlDZiOfP