Kulwit Anis Matta: Memahami Realitas Bumi dengan Narasi Langit

Ada 3 situasi dimana tadabbur Qur'an selalu menghasilkan pemahaman dan keyakinan baru yang dahsyat..

Pertama, tadabbur Qur'an yang kita lakukan saat kita membutuhkan perspektif Ilahiah atas sebuah ide, pikiran atau narasai..

Kedua, tadabbur Qur'an yang kita lakukan saat kita membutuhkan perspektif Ilahiah atas sebuah peristiwa, situasi atau fakta..

Ketiga, tadabbur Qur'an yang kita lakukan saat kita perlu proteksi Ilahiah atas berbagai virus emosi negatif seperti sedih, takut dll.

Dalam ketiga situasi itu hubungan kita dengan Qur'an menjadi sangat interaktif dan personal... teks menemukan konteks.

Dalam interaksi yang rasional dan emosional begitu dengan Qur'an yang terjadi adalah memahami realitas bumi dengan narasi langit.

Cobalah baca ide2 konspirasi politik Machiavelli lalu kembali ke surat Al Anfal ayat 17,18 dan 62.

Seperti pagi ini, saya membaca surah Al-Anfal dan baca tafsirnya dari Fii Dzilalil Qur'an, lalu kembali memahami peristiwa2 politik di luar sana.

Cobalah melakukan hal yg sama..mungkin kita akan sampai pada tingkat pencerahan dan keyakinan yg sama.

*posted: pkspiyungan.blogspot.com
Baca juga :