ALEXIS DITUTUP, TANTANGAN AHOK DITERIMA ANIES


[PORTAL-ISLAM.ID]  Keberanian Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghentikan perpanjangan izin usaha Hotel dan Griya Pijat Alexis, membawa ingatan publik pada tantangan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, mantan Gubernur DKI Jakarta yang kini mendekam di tahanan Mako Brimob.

Kala itu, Ahok menantang Anies-Sandi merealisasikan janji penutupan Alexis karena sebelumnya Ahok mengaku tak mampu melakukannya.


Dikutip dari Republika, Rabu, 17 Februari 2016, Ahok menuturkan, ada surga dunia di Jakarta. Surga yang dimaksud ternyata adalah Hotel Alexis.

Ahok mengakui mengetahui persis lokasi tepatnya dari surga dunia tersebut.

"Di Alexis itu lantai tujuhnya surga dunia, lho. Di Alexis itu, bukan surga di telapak kaki ibu lho, tapi di lantai tujuh," ujarnya, Selasa, 16 Februari 2016.

Menurut Ahok, semua jenis pekerja seks komersial (PSK) dari banyak wilayah ada di tempat itu. Bahkan, ia meyakini, ada PSK dari luar negeri yang turut menjajakan jasanya di lokasi tersebut. 

Sayangnya, ia mengaku tidak bisa menutup lokasi itu lantaran bukti yang belum ada. 

"Nggak ada bukti. Nggak tahu. Masak saya ketuk satu per satu?" ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) DKI Catur Liswanto sempat membantah adanya prostitusi di lokasi tersebut. Namun, Ahok meminta sebaiknya Catur berkata yang sebenarnya.

"Saya marahi Kadisparbud. Ngomong apa Alexis enggak ada pelacuran? Bilang saja ada. Saya cek ya Pak, begitu turun, waduh Pak, semua jenis ada Pak," tuturnya.

Merasa tak mampu menutup Alexis, Ahok pun menunggu realisasi janji pesaingnya di Pilkada DKI 2017 Anies Baswedan-Sandiga Uno terkait penutupan hotel dan tempat hiburan Alexis.


Dikutip dari Vivanews, Jumat 21 April 2017, Ahok tengah menanti realisasi janji pasangan Anies-Sandi yang dalam kampanye pernah menjanjikan bahwa tempat hiburan malam yang diduga dijadikan lokasi protistitusi di Jakarta itu akan dibongkar jika mereka memimpin Jakarta.

"Justru gue mau tunggu dia tutup," kata Ahok singkat di Balai Kota, Jumat 21 April 2017. 

Sebelumnya Ahok mengatakan, penutupan Alexis belum akan dilakukan selama dia menjabat. Menurutnya, penutupan tersebut diserahkan kepada Anies-Sandi yang sudah punya rencana. 

"Tanya Gubernur baru saja," kata Ahok Kamis 20 April. 

Rencana penutupan Alexis memang menjadi keinginan Anies - Sandi ketika nanti memimpin Jakarta. Hal itu dikatakan pada saat masa kampanye mengingat banyaknya tempat prostitusi berkedok hotel dan tempat - tempat lainnya.

"Pokoknya semua pelanggaran. Jadi bukan hanya satu (Alexis). Tidak lah, semua yang melanggar (ditindak)," kata Anies kemarin.

Hari ini, tanpa melalui proses kekerasan baik verbal maupun fisik, Alexis telah berhasil dinyatakan ilegal per tanggal 27 Oktober 2017.

Pemerintah Provinsi DKI menolak daftar ulang tanda daftar usaha pariwisata (TDUP) yang diajukan Hotel Alexis dan Griya Pijat Alexis.

Penghentian aktivitas Alexis yang dituangkan dalam surat bernomor 68661-1.858.8. menyatakan semua kegiatan di Hotel Alexis dan Griya Pijat Alexis adalah ILEGAL.

Anies bahkan balik menantang siapapun agar tak coba-coba mekbuka bisnis sejenis di kota Jakarra.

"Ini pesan kepada semua. Jangan coba-coba, kalau Anda coba-coba, maka kita akan tindak dengan tegas," ujar Anies Baswedan, Senin 30 Oktober 2017.