Israel melakukan serangan terhadap pangkalan penjaga perdamaian PBB yang berisi pasukan Indonesia di Lebanon selatan pada Ahad (29/3/2026). Sementara seorang anggota kontingen pasukan perdamaian dilaporkan gugur terkena serpihan rudal.
Pasukan Indonesia diserang di pangkalan di Aadshit al-Qusayr, di distrik Marjayoun, di selatan, lapor Kantor Berita Nasional Lebanon. Penyiar Al Jadeed News melaporkan bahwa ada korban jiwa dan helikopter sedang mengangkut korban luka.
Kandice Ardiel, juru bicara Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL), telah mengkonfirmasi bahwa beberapa penjaga perdamaian terluka setelah ledakan di posisi PBB di Lebanon selatan.
“Sebuah proyektil meledak malam ini di lokasi UNIFIL dekat Adshit al-Qusayr, mengakibatkan sejumlah penjaga perdamaian terluka,” kata Ardiel seperti dikutip Kantor Berita Nasional Lebanon.
Ia kemudian mengatakan bahwa insiden itu menewaskan seorang tentara. “Seorang penjaga perdamaian gugur secara tragis tadi malam ketika sebuah proyektil meledak di posisi UNIFIL dekat Adchit Al Qusayr,” katanya, seraya menambahkan bahwa seorang lainnya “terluka parah”.
“Kami tidak mengetahui asal muasal proyektil tersebut. Kami telah melakukan penyelidikan untuk mengetahui semua keadaannya.”
Insiden ini menggarisbawahi meningkatnya risiko yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian PBB yang ditempatkan di Lebanon selatan, wilayah yang berulang kali mengalami konflik antara pasukan Israel dan kelompok bersenjata.
UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon/Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon), yang didirikan untuk memantau gencatan senjata di sepanjang Jalur Biru, beranggotakan kontingen dari berbagai negara, termasuk Indonesia, dan memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas di sepanjang perbatasan.
UNIFIL pertama kali dikerahkan ke Lebanon pada tahun 1978, bertugas memantau gencatan senjata yang mengakhiri serangan Israel ke bagian selatan negara tersebut.
Sejak tahun 2006, UNIFIL ditugaskan untuk memantau penghentian permusuhan lintas batas setelah konflik besar antara IDF dan Hizbullah dan mendukung rencana – namun pada akhirnya tidak terealisasi – penarikan Hizbullah dari wilayah tersebut dan penempatan kembali militer Lebanon sebagai gantinya. Rencana itu ditetapkan dalam resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 1701.
Sumber: ROL







jika ada yg tewas berarti kita perang
akibat jd jongos amrik
ngapain lagi Wowo sibuk kirim pasukan..yg dihadapin ini negara iblis…ga kenal aturan hukum internasional..
kebanyakan tingkah lu wo…ga kasian prajurit2 punya keluarga
dengan gugurnya 1 prajurit TNI, keterlaluan kalau pemerintah kita masih berkoar tentang solusi dua negara. cukup solusi 1 negara saja, Palestina
Lantas apa sanksinya bagi negara pelaku ?
Kalau nrimo saja tanpa membalas…pantes gk menamakan diri sbg Pasukan GARUDA atau Harimau ?
Lho katanya jadi SATPAM ISRAHELL, menjaga keamanan Israhell dari keganasan HAMAS. Kok Israhell menyerang satpam-nya sendiri, gimana nih pak Ndas ? Masih mau lanjut jadi KESET-nya AS Israhell ??