
JAKARTA, KOMPAS.TV – Kenaikan harga Pertamax yang mencapai hampir Rp4.000 per liter (dari 12.300 menjadi 16.250) diprotes para pengguna kendaraan. Sejumlah warga memutuskan kembali beralih ke Pertalite karena tingginya harga Pertamax.
Sejumlah mahasiswa HMI menolak kenaikan harga BBM non-subsidi di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat.
Aksi unjuk rasa sempat berlangsung ricuh.
Massa mahasiswa terlibat saling dorong dengan polisi yang hendak membubarkan aksi tersebut.
Massa menolak kenaikan harga BBM Pertamax yang dinilai terlalu mahal dan akan berimbas pada melemahnya daya beli masyarakat.

Akibat kenaikan harga BBM non-subsidi, sejumlah pengendara mencari cara untuk tetap menjaga daya beli.
Sebagian pengendara motor yang selama ini menggunakan Pertamax memilih beralih ke Pertalite. Namun, ada pula yang memilih bertahan menggunakan Pertamax karena tidak memiliki pilihan lain.
Ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli, menilai kenaikan harga BBM jenis Pertamax akan sangat berdampak pada menurunnya daya beli kelompok masyarakat kelas menengah.
Padahal, kelas menengah menjadi salah satu faktor penting pertumbuhan ekonomi karena menyumbang konsumsi rumah tangga terbesar.
Sumber: KOMPAS TV







wkwkwkwk…mulai…‼️
Kita lihat nasib junjungannya si Aris Wijayantolol/af/ANONim (Akal Nol, Otak miNim) gerombolan TerMul dan TerWo BabRun Jaringan ANak CUcu Keturunan (JANCUK) PKI seperti apa…😂😜🤣😝
gagal fokus gatau akar penyebab bensin naik akibat kebencian dan hasad terlalu dalam ke wowo, kebencian memang menghambat nalar
presiden pro zionist wajar tong kalo dibenci 😂😂😂
hoax dan misleading