Imam Ibnu Hajar al-Haitami 4 Tahun Tidak Makan Daging Karena Tak Punya Uang Untuk Membelinya

[PORTAL-ISLAM.ID]   Imam Ibnu Hajar al-Haitami (lahir di Mesir, Rajab 909 H, wafat di Mekkah Rajab 973 H) adalah seorang ulama fikih mazhab Syafi'i dan ahli kalam.

Imam Ibnu Hajar Al-Haitami hidup dalam kemiskinan selama 4 tahun.
Beliau tak pernah makan daging karena tak punya uang untuk membelinya.

Isteri beliau sejak lama ingin mandi di pemandian air panas, akan tetapi Imam Ibnu Hajar tidak punya uang masuknya.

Imam Ibnu Hajar berkata kepada isterinya :
Bersabarlah wahai isteriku, aku kumpulkan uang dulu untuk uang masuk kesana.

Setiap kali Allah membukakan rezeki pada beliau, maka beliau sisakan sedikit sampai terkumpul setengah riyal, lalu diberikan kepada isteri beliau.

Setelah uangnya terkumpul, isteri beliau pergi ke pemandian air panas, ketika sampai disana dia meminta penjaganya untuk membukakan pintu untuknya tapi ditolak.

Penjaga berkata : Hari ini saya tidak akan membukakan pintu ini untuk siapapun, karena isteri Syaikh Al 'Alim Al- Faqih Muhammad Ar-Ramli sedang berada di dalam bersama para sahabatnya.

Beliau berpesan untuk tidak membukakan pintu ini untuk siapapun pada hari ini dan beliau telah membayar 25 riyal dan tidak mengizinkan seorangpun untuk masuk kesana.

***

"Lalu mana ilmumu? Sudah fakir, kesulitan, susah payah sendiri dan tidak mendapat sesuatupun dari ilmumu. Ambillah uangmu yang engkau kumpulkan berhari-hari ini," kata isterinya.

Ketika Imam Ibnu Hajar mendengar ucapan isterinya, beliau berkata :
Aku ini tidak menghendaki dunia dan aku ridha atas apa yang Allah tetapkan kepadaku di dalamnya, sedangkan jika engkau menginginkan dunia mari kita ke sumur zamzam.

Keduanya pergi ke sumur zamzam, ketika sampai disana, Imam Ibnu Hajar menimba sekali, ternyata satu timba isinya penuh dengan uang dinar, Beliau berkata : Apakah segini cukup?
Isterinya berkata : Kurang.
Ibnu Hajar menimba kali untuk kedua kalinya, ternyata isinya penuh dengan uang dinar lagi.
Beliau berkata : Apakah segini cukup?
Isterinya berkata : Aku ingin tiga timba.
Kemudian beliau menimba untuk yang ketiga kalinya dan isinya juga sama dengan sebelumnya.

Imam Ibnu Hajar berkata kepada isterinya : Aku suka keadaan fakir, berdasarkan pilihanku sendiri, aku pilih untuk diriku sendiri apa yang ada di sisi Allah. Adapun dunia maka semuanya sama bagiku, dunia fana, usianya pendek dan kehidupan hina, dan sekarang ini aku berikan dua pilihan untukmu :
Kembalikan semua uang emas ini kedalam sumur zamzam dan dan engkau masih bersamaku, atau kau bawa semua uang emas ini, dan kau pulang ke rumah keluargamu dan ambil talakmu, karena aku tidak menginginkan dunia.

Isteri beliau berkata : Bagaimana kalau kita nikmati saja uang ini seperti yang dilakukan oleh orang-orang.
Beliau berkata : Tidak, kembalikan semua emasnya ke dalam sumur atau engkau ambil semuanya, bawa pulang ke rumah keluargamu dan ambil talakmu.

Isterinya berkata : Bagaimana kalau kita kembalikan dua timba, dan satu timba kita simpan.
Imam Ibnu Hajar kembali menjawab dengan jawaban yang sama.

Isterinya berkata : Bagaimana kalau kita ambil satu dinar saja untuk bersenang-senang hari ini.
Imam Ibnu Hajar tetap menjawabnya dengan jawaban yang sama.

Kemudian isteri beliau berkata :
Kita kembalikan semuanya ke dalam sumur, aku tidak ingin berpisah denganmu karena kita sudah bersama selama bertahun-tahun.
Engkau telah memperlihatkan karamah ini dan kita berpisah hari ini? Aku tidak mau.
Aku memilih untuk bersabar saja bersamamu. Aku semakin yakin hidup bersamamu, walau kita hidup dalam keadaan miskin. Demi Allah, aku akan bersabar dengan segala kesulitan hidup ini.

(Dinukil dari kitab Tuhfatul Asyraf)

Baca juga :