Pendidikan adalah senjata yang paling canggih dan ampuh yang bisa kita gunakan untuk mengubah dunia

Sampai sekarang, saya masih sering membaca dan menonton ulang video rekam jejak pengabdian beliau.

Kadang, sambil nangis....

Nangisin nasib rakyat Indonesia, lebih tepatnya.

Saya sebagai masyarakat middle (kelas menengah)...

Tidak berhak dapat bansos dan segala kemudahan yg bisa diakses kartu miskin..

Pun...
Tidak punya akses duit berlimpah seperti kaum elit.

Bensinnya Pertamax
BPJS nya kelas 1
Gas nya Tabung Pink
Kalau ga pinter, ga bisa dapat beasiswa

Mau nawar, ga enak
Ga ditawar, harga barangnya kemahalan

Golongan yang beneran harus berjuang di atas kaki sendiri. Tanpa bantuan dan previledge apapun.

Tadinya, saya ngerasa mampu banget nguliahkan anak, kemana aja dia mau.

Tapi saat lihat lonjakan UKT sebesar ini. Kisaran 30-50 juta/semester, saya jadi mempertanyakan ulang kemampuan saya.

Kepikiran opsi nguliahkan anak di luar negeri, bahkan konon Jerman pun terjangkau banget. Apalagi kalau ngomongin Beijing. Cincay, boooo !!

Tapi, apakah saya berani melepas anak keluar negeri sendirian ??!!

Pengennya seperti Teuku Firmansyah dan Cindy Fatika Sari yang memutuskan pindah ke Kanada untuk full menemani anak mereka kuliah.

Tapi kantong saya belum setebal mereka.

🤧🤧🤧

Andai Abah yang sangat mencintai pendidikan ini, terpilih... Tentu nasib anak2 Indonesia dengan orangtua kelas menengah tidak ngenes begini...

Pemimpin yg menganggap pendidikan sebagai INVESTASI, dan yang menganggap sebagai BEBAN, tentu beda...

Seperti ketika Abah memasang foto-foto anak sekolah di pedalaman di Aula Ki Hajar Dewantara, Gedung Dikbud, Jakarta, saat menjabat Menteri, dengan motivasi luar biasa...

"Supaya ketika bekerja, kita Ingat mereka. Karena untuk merekalah, kita bekerja."

MENYALA, Abahkuuu 🔥🔥🔥

(Al Fatin)

Baca juga :