Nasibmu itu loh....

Nasibmu itu loh

Budi adalah anak pintar. 

Selalu ranking 1 sejak SD. Masuk SMP favorit. Lulus SMA top di kotanya, dia diterima di 4 kampus bagus. Lantas dia memilih salah-satunya yg the best. Kurang dari 4 tahun, dia lulus dari kampus itu, lanjut ke LN. Ambil S2 di salah satu kampus top dunia. Lagi2, dia lulus terbaik. IPK 4. Selain pintar, Budi ini aktif sekali di kegiatan mahasiswa. Pernah jadi ketua BEM. Sejak mahasiswa, dia kritis, aktivis sejati. Pun pernah jadi mahasiswa berprestasi. Beasiswa ngantri buatnya. Tinggal pilih yg mana.

Keren sekali.

Kembali ke Indonesia. Budi mulai merintis karir. Setelah pindah di berbagai posisi, di perusahaan dunia, akhirnya dia berlabuh, jadi anak buah Joko. 

Siapa Joko?

Sejak kecil, Joko biasa2 saja. SD nilai rata2 6. SMP, SMA masuk sekolah negeri sih, karena Bapaknya. Tapi nilainya masih sama, rata2 6. Lulus SMA, ikut test masuk Universitas. Tidak diterima. Ah, ada yg diterima ding, di kampus tak dikenal, di jurusan tak bergengsi. Orang tuanya punya ide bagus, sekolahkan saja ke luar negeri. Apakah itu kampus top di LN? Juga bukan. Hanya ranking 1000-an. Tapi karena di LN, tentu terlihat keren--dimata orang2 yg nggak paham blas apa itu kampus2. 

Akhirnya Joko lulus S1. Berapa IP-nya? Juga 4 (tapi utk total 2 semester), kalau IPK saat lulus, hanya 2 koma lebih dikit. Joko ini mahasiswa biasa saja di kampusnya. Tidak aktif dimana2. Tdk punya kegiatan, selain kuliah tok. Tapi pulang dari LN, Joko mulai merintis karir hebatnya. 

Semua jalan terbuka. Apapun yg dia butuhkan. Semua diberikan. Karena orang tuanya salah-satu elit politik. Mau usaha, bisa. Mau menekuni hobi, oke2 saja. Mau ikutan politik seperti orang tuanya, lebih2 ini, sim salabim semua bisa diatur. Di usia muda, Joko telah menduduki posisi keren. Berebut orang2 mendekat. Dan dia bisa punya anak buah terbaik.

Salah-satunya: Budi. Yang berlarian, terbungkuk2, 'Siap, Pak! Siap, Pak!' Tidak ingat lagi jika dulu kuliah dia sangat kritis.

Demikianlah cerita ini. 

Tamat.

(By Tere Liye, penulis novel 'Teruslah Bodoh, Jangan Pintar')

*foto hanya ilustrasi
Baca juga :