LUPA NIAT?

LUPA NIAT?

Tenang saja, bagi kebanyakan kita, muslim di negeri ini, kasus "lupa niat" itu sulit tergambar. Karena setiap malam, pasca buka puasa, apalagi pasca tarawih, tentu ada kesadaran penuh pada kita, bahwa besok kita akan kembali puasa Ramadhan.

Apalagi jika kita setelahnya bangun sahur. Kondisi sahur ini, bagi orang yang masih punya kesadaran penuh, tentu menunjukkan bahwa kita akan melakukan puasa Ramadhan besok harinya.

Jadi tidak usah ragu, khawatir apalagi waswas, bahwa kita akan lupa niat. Kecuali anda pingsan sebelum maghrib, dan baru sadar saat adzan shubuh besoknya.

Dar Ifta Jordania menyatakan:

ومعناها أن يكون عازماً على ترك المفطرات في نهار اليوم القادم بقصد العبادة طاعةً لله تعالى، وهذا المعنى حاصل لدى كل مسلم في كل ليلة من رمضان، فلا داعي للوسوسة...

Artinya: "Makna (niat) itu adalah, seseorang berazam untuk meninggalkan hal-hal yang membatalkan puasa di siang hari esoknya, dengan tujuan ibadah sebagai ketaatan kepada Allah. Dan makna semacam ini, terwujud pada setiap muslim di tiap malam hari Ramadhan, sehingga tidak perlu waswas..."

Dan:

ومن استيقظ وتسحر فقد نوى، وكذا من كان عازماً في فترة من الليل على صيام اليوم التالي.

Artinya: "Siapa saja yang bangun dan makan sahur, berarti dia telah berniat (puasa). Demikian juga, bagi siapa saja yang berazam (keinginan di dalam hati) kapanpun di malam itu, untuk puasa esok harinya."

Abah Furqan

Baca juga :