Goenawan Mohamad baru siuman kecewa pada Jokowi, Langsung disemprot Elisa

[PORTAL-ISLAM.ID]  Goenawan Mohamad, wartawan senior pendiri Tempo yang dikenal pendukung militan Jokowi sejak Pilpres 2014, sekarang mengaku kecewa dan sedih karena Jokowi meniru Soeharto terkait Dinasti Politik.

Kekecewaan Goenawan Mohamad ini sebenarnya bukan murni karena Dinasti Jokowi dimana Gibran bakal menjadi Cawapres Prabowo, tapi lebih pada perbedaan dukungan di Pillpres 2024, dimana Goenawan mendukung Ganjar, sedang Jokowi tampak mendukung Prabowo.

Kekecewaan Goenawan Mohamad ini disemprot aktivis Elisa Sutanudjaja.

"Salah ini (Jokowi seperti Soeharto), kurang tepat. Yang lebih tepat: 32 tahun Suharto terlihat mendingan berkat 9 tahun Jokowi 🙏," sentil Elisa di akun twitternya @elisa_jkt.

Cuitan Elisa ini selain banyak didukung netizen, tapi juga diserbu BuzzeRp yang mengatakan era Jokowi lebih baik dibanding era Soeharto, BuzzeRp mengatakan kalau cuitan Elisa ini terjadi di era Soeharto maka langsung diculik.

Elisa pun membalas ocehan BuzzeRp.

"Halah yg ngoceh2 kalau era Suharto ngomong di atas maka diculik hilang, maka inget aja di era sekarang juga ada 6 orang (FPI -red) belum juga diproses pengadilan tapi bisa ditembak mati di dalam mobil tengah jalan tol," ujar Elisa menyinggung kasus KM50.

"Dua-duanya (era Jokowi dan Soeharto) sama buruk dan mengerikan, tapi yang baru 9 tahun malah membuat yang 32 tahun terlihat “lesser evil” (jahatnya lebih kecil)," kata Elisa.
 
Netizen pun menambahkan bahwa era Jokowi lenih jahat, karena kalau era Soeharto diculik diam-diam, maka di era sekarang malah bukan diam-diam tapi ditembak di tempat umum, bukan saja kasus KM50 tapi kejadian baru-baru ini di Kalimantan yang protes perusahaan sawit malah ditembak mati.

"Di jaman sekarang justru ngga perlu dihilangin diam2, tembak di siang bolong, yg nembak juga lolos2 aja," komen netizen @ombotobo.
Baca juga :