Lagi-lagi Andi Arief

Pernyataan Andi Arief bakal mengevaluasi dukungan terhadap Anies Baswedan, kalau sampai lewat bulan Juni ini, belum juga mengumumkan Bacawapresnya, memicu ketegangan di internal Koalisi Perubahan.

Wakil Ketua Umum NasDem, Ahmad Ali, menyarankan Andi Arief jangan cawe-cawe perihal Bacawapresnya Anies. Cawe-cawe, istilah Presiden Jokowi yang memicu reaksi negatif itu, justru dilekatkan kepada Andi Arief.

Di Demokrat, Andi Arief, memang terkenal sebagai tukang tohok alias tukang serang. Tak hanya lawan politik, kadang juga mitra koalisi yang terlihat bertele-tele, kerap ditohok, bahkan diserang Andi Arief, dengan serius dan tajam.

Masih ingat istilah 'jenderal kardus' yang disematkan Andi Arief kepada Prabowo, saat Prabowo tak bersedia mengambil AHY sebagai Cawapres, malah mengambil Sandiaga Uno sebagai Cawapresnya pada Pilpres 2019, lalu?

Kendati akhirnya Demokrat tetap berkoalisi dengan Gerindra (Prabowo), tapi istilah jenderal kardus itu terlanjur keluar. Dan istilah itu menjadi senjata (bumerang) yang dipakai pihak lawan, dan akhirnya, Prabowo kalah.

Mestinya Andi Arief belajar dari kasus itu. Tapi tabiat tetaplah tabiat; tugas tetaplah tugas. Pencalonan AHY sebagai Cawapres adalah sesuatu yang serius bagi lonjakan suara Partai Demokrat itu sendiri. Apa boleh buat? Bendera tetap harus ditancapkan, selagi ada peluang.

(Oleh: Erizal)

Baca juga :