Golkar Mulai Realistis, Hasil Rakernas Airlangga Bukan Lagi Capres, Tapi Sebagai Penentu Capres

Golkar Mulai Realistis

Oleh: Erizal

Hasil Rakernas Golkar kemarin sebetulnya hanya satu. Yakni, menurunkan standar dari mandat Ketum Airlangga Hartarto sebagai Capres ke mandat sebagai penentu Pilpres. Meski terkesan kuat, tapi substansi lemah.

Bisa Cawapres atau bisa juga hanya sekadar gabung ke koalisi yang sudah ada. Cawapres pun tak mudah, sebab bukan yang dibutuhkan baik Prabowo, Ganjar, maupun Anies. Ketum Airlangga tak menggenapkan dari keganjilan. 

Yang dihitung itu Golkarnya secara kepartaian, bukan ketokohan seorang Airlangga. Terlalu banyak tokoh, tapi tak ada yang menonjol. Ini PR Golkar pasca Reformasi. Bahkan, JK yang menonjol itu, hanya mentok sebagai Wapres.

Karena itu, Golkar bakal ditinggalkan atau tertinggal, juga tak akan pernah terjadi. Mana tawaran yang paling menggiurkan dan punya peluang besar untuk menang, ke situlah Golkar bakal merapat. Cerita poros ke-4, nyaris tak ada.

Yang paling kuat dan kerap disebut-sebut serta paling realistis bergabung ke koalisi Gerindra dan PKB. Tapi tak ada yang tak mungkin dalam politik. Masih bisa diolah, karena waktu masih ada. Tapi, Golkar sendiri sudah mulai realistis.

(*)
Baca juga :