GANJAR VS PRABOWO+ANIES

GANJAR VS PRABOWO+ANIES

Oleh: Azwar Siregar (Pendukung Militan Prabowo)

Saya termasuk yang bersyukur mendengar keputusan Bu Mega yang akhirnya memajukan Pak Ganjar jadi Capres dari Partai Banteng.

Bagi saya pribadi, Ganjar jadi Cawapres Pak Prabowo sangat bagus, atau sebaliknya, Ganjar jadi "saingan" Pak Prabowo juga tidak ada masalah.

Tapi kalau Pak Prabowo yang jadi Cawapres Ganjar, bagi saya benar-benar masalah. Mosok Pak Prabowo jadi Cawapres orang yang pernah dikaitkan dengan Kasus Korupsi E-KTP dan suka nonton film Porno?

Syukurlah, Pak Prabowo dengan bahasa yang santun telah memastikan kalau beliau tetap akan maju jadi Capres. Bahasa beliau yang mengatakan "Partai saya agak kuat sekarang" menurut saya sangat dalam maknanya.

Pak Ganjar jadi Cawapres Pak Prabowo bagi saya tidak masalah. Karena konsep Konstitusi kita pada dasarnya "berfokus" kepada Presiden. Wakil Presiden menurut saya cuma jabatan "cadangan". Kalau-kalau Presiden berhalangan.

Tapi Pak Ganjar jadi Capres yang akan menjadi saingan Pak Prabowo juga menurut saya tidak ada masalah. Justru membuat posisi Pak Prabowo semakin diuntungkan. Meminjam Slogan Yamaha, semakin terdepan.

Alasan saya sederhana saja. Cukup kita lihat dari posisi Pak Prabowo hasil berbagai Lembaga Survey dari kemarin-kemarin sampai sekarang.

Posisi Pak Prabowo dan Pak Ganjar berganti-ganti jadi pemenang hasil survey. Kadang Pak Prabowo dan kadang Pak Ganjar. Tapi baik Pak Prabowo maupun Pak Ganjar hasil surveynya tidak ada yang lebih dari 40 persen!

Artinya, sebenarnya Penentu kemenangan Pilpres ada di posisi ketiga yang selalu di isi Pak Anies. Karena kalaupun seandainya Pilpres jadi tiga pasangan, katakanlah ada Pak Prabowo, Pak Ganjar dan Pak Anies, maka besar kemungkinan akan terjadi dua putaran.

Kalau melihat posisi survey selama ini, anggap saja di putaran pertama pemenang pertama bisa saja Pak Prabowo atau Pak Ganjar, maka pemenang ke dua juga sudah jelas Pak Ganjar atau Pak Prabowo juga.

Tapi karena kemenangannya tidak bisa mayoritas dan memenuhi syarat Pemenang Pilpres, sesuai Undang-undang, maka mau tidak mau Pemenang Pertama dan Kedua akan masuk Pilpres pada putaran kedua.

Lagi-lagi pertanyaanya, kemana suara pendukung Pak Anies nanti?

Menurut saya jawabannya sederhana saja. Sama saja andai Pak Anies yang masuk ke putaran kedua, sesebal apapun saya dan kawan-kawan yang selama ini mendukung Pak Prabowo, pasti diam-diam akan mengalihkan dukungan ke Anies. Ketimbang Ganjar.

Misalnya saya sendiri, sekalipun saya menganggap Anies cuma Petugas Partainya Pak Surya Paloh, dan Ganjar adalah Petugas Partainya Bu Mega (lagi), artinya kedua-duanya cuma Petugas Partai, tapi tetap saja kinerja Anies masih lebih baik dari Ganjar.

Jadi saya pikir hal yang sama juga akan terjadi. Begitu masuk putaran kedua, Pak Prabowo versus Pak Ganjar, maka Pak Prabowo akan keluar jadi Pemenang Pilpres. Karena saya yakin mayoritas Pendukung Pak Anies diam-diam akan mencoblos Pak Prabowo, sekalipun sambil berteriak dengan sebal "Timbul", "Wowo" atau sebutan lainnya.

Jadi mohon maaf, saya kira memang sudah cukup dua periode Banteng dengan Petugas Partainya mengelola Negara kita. Gantian dong ah, Bu?

Terakhir, kalau benar Pilpres 2024 akan diikuti tiga Pasangan, mau tidak mau mengingatkan saya dengan Pilkada DKI Jakarta pada 2017 yang lalu.

Dimana Pasangan Ahok-Djarot yang memang pada putaran pertama, akhirnya kalah di putaran kedua. Justru Anies-Sandi yang juara dua pada Putaran Pertama akhirnya keluar sebagai Juara di putaran kedua karena limpahan suara dari AHY-Sylviana.

Kemungkinan skenario yang sama akan terjadi. Kemungkinan Ganjar akan menang di Pilpres putaran pertama. Nomor dua Pak Prabowo. Masuk ke Pilpres Putaran kedua. Ganjar vs Pak Prabowo. Pak Prabowo menang di Putaran Kedua, karena mayoritas suara pendukung Anies ke Pak Prabowo.

Mungkin ada pendukung Anies yang bertanya "Gimana kalau sebaliknya yang masuk ke putaran kedua Ganjar VS Anies?"

Tenang, saya akan coblos Anies sekalipun sambil berteriak sebal "ANYEP!!!"

(*)
Baca juga :