Ali bin Abi Thalib: “Aku tidak menemukan yang lebih menenteramkan jiwa melebihi meninggalkan apa-apa yang bukan urusanku” ⁣

Oleh: Mohammad Fauzil Adhim

Ada perkataan yang dinisbahkan kepada ‘Ali bin Abi Thalib radhiyaLlahu ‘anhu mengenai kenyamanan psikologis (الرَّاحَةُ النَّفْسِيَّةُ). Saya belum dapat melacak sumbernya apakah ini benar-benar dari perkataan menantu Nabi ﷺ yang dikenal paling fasih lisannya tersebut ataukah tidak.
Dikatakan:
طَلبتُ الرَّاحَة لنفْسِي فلَم أجِد شَيئًا أَروح مِن تَرك مَا لَا يعْنينِي⁣
“Aku mencari ketenteraman – kenyamanan bagi jiwaku. Dan aku tidak menemukan yang lebih menenteramkan jiwa melebihi meninggalkan apa-apa yang bukan urusanku.” ⁣
Maknanya bukan berarti kita tidak peduli dengan orang lain. Bukan pula kita tidak mau tahu terhadap masalah dan kesulitan orang lain, terutama yang terdekat dengan kita. Tetapi kita tidak menyibukkan dengan hal-hal yang seharusnya menjadi ranah pribadi orang lain. Tidak merisaukan selera orang selama hal tersebut bukan kemungkaran. Tidak menyibukkan penampilan orang, tidak pula menjadi orang yang justru dipusingkan oleh hal-hal yang tidak perlu diurus dari orang lain.
Jika kita bergaul tanpa risau dengan hal-hal yang tidak mendasar, maka di saat itulah kita memperoleh kenyamanan jiwa.
Hehehe…. Ini tadi sebenarnya saya sedang ingin menulis tentang rih (bebauan harum dari minyak wangi) dan Al-Rahah Al-Nafsiyah (kenyamanan jiwa) untuk akun instagram saya @𝘄𝗲𝘄𝗮𝗻𝗴𝗶𝗻𝗮𝗯𝗶 yang khusus membahas minyak wangi. Akan tetapi tangan saya bergeser menuliskan ini dan saya merasa ini lebih penting untuk saya bahas.
Semoga bermanfaat dan barakah.

(*)
Baca juga :