Naniek S Deyang: Kalau gak pada mau dikritik, tolong berhenti menjadi pejabat!

Catatan: Naniek S Deyang

Guru dipecat usai kritik gubernur Jabar.

Padahal saya dari sebulan lalu mau mengkritik RK, untung belum aku tulis. Kalau saya tulis saya diapakan ya? Soalnya saya kan pengangguran.

Nah beberapa waktu lalu saya bolak-balik ke daerah Kabupaten Bandung Barat, ke Cimahi, Baros, Cipatat, Jatijajar dll. Saya merasa heran kok daerahnya kumuh banget ya, jalannya sempit, rusak, berlubang dan banyak pasar dadakan di pinggir jalan. Pedagang kaki lima sama sekali tidak tertata.

Wilayah Bandung Barat itu kok wajahnya mirip kayak Bekasi. Nah kalau wilayah Bekasi, Depok, Cibubur, itu rada-rada okelah bisa dipahami kalau jalan-jalannya kumuh dan sempit, mungkin  karena daerah itu masuk wilayah pinggiran Jabar (perbatasan Jabar - DKI Jakarta) jadi seperti gak bertuan, gak ada yg memperhatikan. 

Sejak beberapa hari lalu saya sebetulnya mau nulis, soal wajah kota kabupaten dan kota madya di Jabar, yg kumuh dan kurang tertata, serta jalan2 yg masih sempit. Sungguh paradoks dengan penampilan Pak Gubernurnya yg setiap hari perlente.

Penasaran apa sebetulnya yg dikerjakan Gubernur RK, saya ikuti IG-nya dan juga istrinya. Lho ternyata di IG Pak RK, isinya lebih banyak soal kemesraan dengan istri, atau dengan anak-anaknya. Saya belum nemu gambar Pak RK lagi di lapangan dan kerja! Maaf kalau saya salah lihat.

Sungguh dari kemarin saya tersentak membaca berita di berbagai media ada guru honorer yg  dipecat dari dua tempatnya kerja, karena mengkritik RK! Masya Allah! Saya ingat tiga bulan lalu juga ada karyawan dipecat di tempatnya kerja, karena mengkritik anak super pejabat.

Ini gini ya, kalau gak pada mau dikritik, tolong berhenti menjadi pejabat! Dan juga jangan main medsos! Sudahlah jadi artis atau apalah yg gak akan diteriaki rakyat!

(fb)
Baca juga :