Tak Seperti Ganjar, Anies Gandeng BAZNAS Untuk Revitalisasi 138 Rumah Korban Kebakaran Pasar Gembrong Tanpa Melihat Latar Belakang Parpol

[PORTAL-ISLAM.ID]  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat ini sedang mendapat sorotan publik karena menggunakan dana Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah untuk merenovasi rumah kader PDIP.

Sebenarnya, tak hanya Ganjar, banyak kepala daerah lainnya juga menggandeng Baznas untuk mendukung program-progam Pemerintahan Daerah. Termasuk Anies Baswedan saat menjabat Gubernur DKI Jakarta.

Bahkan Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 ini acapkali berkolaborasi dengan Baznas. 

Namun, peruntukan dana yang berasal dari zakat, infak, dan sedekah umat Islam itu benar-benar untuk masyarakat yang membutuhkan tanpa melihat latar belakang partai dan afiliasi politiknya.

“Di Jateng Ganjar Pranowo bantu renovasi rumah kader PDIP pakai dana APBD & Baznas. Dulu Anies Baswedan juga bantu renovasi rumah, tapi yg dibantu bangun rumah warga korban kebakaran. Kampung Kwitang & Kampung Gembira Gembrong. Tak peduli apapun partainya,” ujar mantan Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Tatak Ujiyati dikutip dari akun Twitter-nya, @tatakujiyati, Sabtu, 31 Desember 2022.

Rumah warga di Kampung Kwitang, Pasar Senen, Jakarta Pusat, misalnya mengalami kebakaran pada 13 Maret 2021 lalu. Anies kemudian menggandeng Baznas DKI Jakarta, Pemprov DKI khususnya Kota Administrasi Jakarta Pusat, dan juga pihak swasta PT. Intiland Development. Pembangunan mulai 31 Maret 2022, revitalisasi 27 rumah warga korban kebakaran di Kampung Kwitang bergaya ala Eropa klasik itu akhirnya selesai pada 24 Mei 2021.

Demikian pula pembangunan rumah warga di Kampung Gembrong, Kelurahan Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Jakarta Timur. 

Pascakebakaran yang terjadi pada 24 April 2022 itu, Anies lalu berkolaborasi dengan Baznas DKI Jakarta untuk merevitalisasi perumahan rumah warga korban.

Peletakan batu pertama 1 Juli 2022, pembangunan ulang 138 unit rumah tersebut akhirnya rampung pada 7 Oktober 2022.

Anies mengatakan biaya pembangunan permukiman warga Pasar Gembrong itu mencapai Rp7,8 miliar. Sumber dananya berasal dari Baznas Bazis DKI Jakarta.

Ketua RW 01 Cipinang Besar Utara, Maju Saiman berterima kasih kepada pemerintah daerah yang telah memperhatikan nasib korban kebakaran Pasar Gembrong.

"Kami merasa benar-benar sudah diperhatikan oleh pemerintah," ujarnya, seperti dilansir TEMPO.

Menurut Saiman, warga korban kebakaran sama sekali tidak dipungut biaya dalam revitalisasi permukiman Pasar Gembrong yang membutuhkan biaya Rp7,8 miliar itu. 

Warga juga puas dengan konsep pembangunan kembali kampungnya. 

*Sumber: