Suami Keras, Istri Galak

Suami Keras, Istri Galak

Oleh: Ustadz Herman Budianto

Di dekat terminal Lebak Bulus, mendadak macet, ternyata ada laki-laki dan perempuan berumur sekitar 50 tahun sedang berantem. 

Bag big bug der... 

Kelihatan yg perempuan mulai keteter, jatuh ... 🙁

Orang-orang pada nonton, polisi belum kelihatan. Bismillah saya maju melerai. 

"Jangan ikut-ikut urusan orang!" kata si laki-laki sambil mendorong saya. 

Untung saya ngeles..set 😃

"Kalau sudah di tempat umum, namanya urusan umum, bukan pribadi lagi!" bentak saya. 

Dia memukul, lalu saya tangkis dan kunci. Singkatnya saya ajak ke pinggir jalan.

"Kami suami istri, bang. Jangan dipukuli," hibanya. Istrinya menyusul sambil nangis.

"Ada masalah apa, sampai berantem di jalan?" 
"Mau dibawa ke kantor polisi atau mau damai?" tanya saya.

"Kami mau damai bang. Suami saya keras, bang," kata si istri. 
"Dia yg galak cerewet, bang," kata suaminya.

"Kalian ini sama aja, sudah tua bukannya makin sabar malah bikin malu di tempat umum, mau 
berantem lagi atau mau damai? Semua rumah tangga pasti ada masalahnya, cari solusi yg baik hindari kekerasan." Nasihat sok bijak saya 🙂

"Iya bang, kami mau damai," kata suami sambil lihat istri yg masih cemberut. 

"Ya sudah sekarang salaman, pelukan terus pulang ya. Dibicarakan baik2, kalau perlu 
penengah, saya siap bantu. Ini no hp saya," lanjut saya.

Akhirnya saya tinggalkan mereka, lanjut kerja. 

Semoga saja keluarga mereka dan keluarga kita semua bisa damai beneran dan jadi keluarga bahagia di dunia dan akhirat. Aamiin.

(fb)