DI BALIK DEMO KEPALA DESA

POLITIK ITU TIDAK HITAM - PUTIH 

Catatan: Naniek S Deyang

Bacanya harus pelan -pelan dan dicerna ya...

Senin malam rombongan bus dari berbagai wilayah melaju menuju Jakarta, di dalam bus itu adalah para lurah/kepala desa se -Indonesia.

Hebatnya tidak seperti demo -demo lainnya, yg belum apa-apa sudah dihadang polisi, demo ini dibiarkan lancar dan bebas berorasi di depan gedung DPR RI.

Para Lurah/ Kepala Desa itu tidak mau pulang dengan tangan kosong, apalagi dengan janji -janji akan  ada pembahasan dulu sebelum masuk Prolegnas untuk mengubah UU no 6 tahun 2014 Tentang Desa. Para Lurah/Kepala Desa itu minta agar DPR langsung menjanjikan untuk mengubah UU no 6 tahun 2014 utk masa jabatan dari 6-9 tahun.

Dalam demonya para kepala desa/lurah itu dengan berani dan terus terang mengatakan bahwa mereka akan "menghabisi" suara partai-partai yg tidak mendukung perubahan UU tersebut. "Suara-suara partai yang tidak mendukung perubahan UU no 6 tahun 2014 Tentang Desa, akan kita habisi di desa," tutur seorang peserta demo dan disambut sorak-sorai peserta demo yg lain.

Bak gayung bersambut, di saat para lurah/kepala desa masih di DPR, tetiba Presiden Jokowi memanggil aktivis yg juga dedengkot PDIP, Budiman Sudjatmiko ke Istana. 

Agak mengherankan Budiman Sudjatmiko (PDIP) yg gagal nyaleg kedua kalinya tahun 2019 alias bukan anggota DPR, namun dapat hadiah sebagai Komisaris di PTPN, justru  yang dipanggil ke istana utk diajak diskusi presiden soal lembaga desa. Budiman beralasan karena saat dia diduk di DPR dulu, dia ikut menyusun UU no 6 tahun 2014 Tentang Desa tersebut.

Keluar dari istana, maka kemudian Budiman mengumumkan pada media bahwa pemerintah dalam hal ini presiden setuju masa jabatan lurah/Kepala Desa diubah dari 6 tahun menjadi 9 tahun. Ini mungkin baru sejarah perdemoan di Indonesia, dimana pagi hari peserta demo,  siang/sorenya tuntutan langsung dikabulkan!😁

Tak pelak para pendemo yang mendengar kabar bahwa presiden menyetui perpanjangan masa jabatan lurah/kepala desa dari 6 menjadi 9 tahun, langsung pada sujud syukur di depan gedung DPR/MPR.

Tetiba terlintas dalam benak saya, siapa yg menjadi "pahlawan" utk lurah/ kepala desa se Indonesia nih? Wah ya tentu presiden dong, kan DPR akan mengubah UU atas usulan pemerintah, nah dalam hal ini presiden sudah menyetujui.

Lalu partai apa yg paling berjasa? PDIP dong, kan Budiman Sudjatmiko (PDIP) yg dipanggil ke istana. Nah ini juga  bisa jadi "politik" Pak Jokowi untuk ambil hati Bu Mega, yaitu memberi panggung utk PDIP di hadapan para lurah/kepala desa. 

Bayangkan kalau seluruh kepala desa/lurah sudah punya "utang budi" pada Pak Jokowi dan PDIP, lha siapa yg bisa lawan? Siapapun jagoannya atau Capres yg didukung Pak Jokowi atau PDIP, pasti diamankan para lurah /kepala desa to ...benar gak?

Jadi yg pintar siapa? Ya Pak Jokowilah 😁😁😁 the real King Maker kalau saya bilang. Gak bisa tiga periode, ya beliulah yg akan menentukan perpolitikan di Indonesia. Wong lurah/kepala desa sudah di tangan beliau kok😁

Kalau sudah gini Bu Mega pasti gak bisa bilang lagi "tanpa PDIP Pak Jokowi itu siapa sih?....ha ..ha ..

Pak Jokowi bisa jadi ingin membuktikan pada Bu Mega, bahwa PDIP itu bisa jadi besar karena Jokowi. Benar gak sih?

Nah untuk partai-partai lain, silahkan jadi penonton sajalah dalam percaturan politik di Indonesia😁😁.

(fb)