Pakaian Mini di Angkot

Pakaian Mini di Angkot

Oleh: Ustadz Herman Budianto

Naik seorang perempuan muda putih cantik tapi pakaian serba minim atas bawah di angkot yg saya naik. Terdapat beberapa ibu dan bapack2 yg merasa serba salah, tidak ada yg berani ngomong apa-apa.

Bismillah dengan niat ibadah dan dakwah saya beranikan ngomong.

Saya : Punten teh, kenapa memakai pakaian seperti ini? Padahal orangnya sudah cantik lho...

Wanita : (wajah kaget, pandangan sinis)

Saya : Punten ya teh kalau tersinggung, kalau dalam agama Islam, wanita tuh tertutup auratnya kecuali wajah, telapak tangan saja yg kelihatan, kalau agama lain ya minimal pakaian sopan. Kasihan kalau nanti teteh ada yg ganggu dan juga bikin orang tambah dosa dg melihat aurat begini...

(Para penumpang terutama ibu2 ikut mendukung: iya teh bener itu)

Wanita : (masih diam, tp sdh tdk galak, mengeluarkan jaket dari tas, lalu dipakai)
Makasih Aa, saya mah terpaksa pakai begini karena keadaan/pekerjaan (wajah mulai mendung). Saya sebenarnya malu dan takut....

Saya : Semoga dimanapun kita kerja, selalu bisa menjaga ibadah, menutup aurat, dapat rizqi yg halal.

Jamaah angkot : Aamiin.... (Suasa jadi hening). 

Wanita : Aamiin, hatur nuhun (sambil nunduk tersenyum)

Saya : Kiri bang (terpaksa turun duluan, menghindari "bahaya" :)

----
Alhamdulillah sudah menyampaikan nasihat walau terkadang kita takut orang lain tersinggung, asalkan kita sampaikan dg bahasa baik, sopan semoga bisa diterima.

Semoga menjadikan kita semua bisa menutup aurat dg baik, sbg bentuk perbaikan diri makin dekat kpd Allah dan Rosulullah. Aamiin ya rabbal'alamin

(fb)