Media Amerika dan Keserakahan..

Media Amerika dan Keserakahan..

Ketika Lion Air 610 jatuh di laut Karawang dan menewaskan seluruh penumpangnya, dunia penerbangan gempar. Bagaimana bisa pesawat buatan Boeing jatuh, padahal itu pesawat tipe terbaru dan cuaca di jalur terbang juga sangat bersahabat, hanya beberapa menit setelah tinggal landas.

Boeing telah berjaya di industri pembuatan pesawat terbang selama berpuluh tahun. Mereka memiliki reputasi luar biasa di segala hal.

Karena informasi masih minim dan penyelidikan baru dimulai, media Amerika secara sepihak langsung membangun berita yang menyudutkan pilot, Lion Air, bahkan pemerintah Indonesia.

👉Kata media barat: Pilotnya bukan orang Amerika, kalau orang Amerika pasti telah terlatih mempertahankan pesawat dalam kondisi genting, jika jatuh sekalipun masih ada harapan selamat di laut.

👉Mereka juga mengatakan: Lion Air maskapai murah dengan standar keselamatan rendah. Kecelakaan dalam profil perusahaan adalah sesuatu yang tak terpisahkan. Kontrol kualitas kru, layanan, pelatihan, perawatan pesawat dipertanyakan oleh media Amerika. Maskapai yang dulu terkena ban dimana-mana.

👉Pemerintah Indonesia juga dikritik karena bertahun-tahun dianggap membiarkan maskapai berbiaya rendah menjamur tanpa kontrol memadai.

Intinya media Amerika ingin publik berpandangan, lihat tuh mereka memang memiliki catatan hitam, bahkan tak ada di langit Amerika.

Simpulan tendensius yang tercipta:
- Kalau bukan akibat human error dan kualitas penerbangannya apalagi? Karena Boeing sudah jelas reputasinya.

- Jangan takut naik Boeing di Amerikan, pilot Amerika pasti bisa mengatasinya. Sangat nasionalis sekali.

- Boeing dan American pride di atas angin.

Keluarga para korban belum bisa bicara banyak, apalagi kita dari negara berkembang dengan kekuatan lobi lemah. Tidak mungkin bisa berangkat ke kota DC menuntut DPR Amerika melakukan investigasi penuh.

Tapi kemudian investigasi seorang jurnalis senior The Wall Street Journal (WSJ) menjatuhkan itu semua. Ternyata Boeing menutupi fitur baru di pesawat tipe MAX dari para pilot, dengan alasan konyol: Biar pilot tidak bingung karena kebanyakan petunjuk manual.

Boeing akhirnya membuka fitur tersebut kepada para pilot, fitur yang disebut MCAS ini berfungsi sebagai pengendali otomatis jika pesawat menjorok terlalu ke atas dan membahayakan.

***

3,5 bulan berlalu sejak jatuhnya Lion Air, kejadian maut kembali terjadi. Reputasi Boeing benar-benar terjun bebas menghantam tanah seperti pesawat buatannya.

Pesawat tipe sama jatuh di Ethiopia.

Penyelidikan menyimpulkan penyebab jatuhnya sama, pesawat tiba-tiba menukik ke bawah. Upaya pengendalian seperti petunjuk Boeing gagal total.

MCAS bukan menjadi fitur keselamatan melainkan fitur maut. Satu detektor di hidung kiri, dengan tuas otomatis sangat kuat di bagian ekor. Jika detektor error, pesawat dianggap menjorok ke atas, sistem memaksa untuk mengarahkan ke bawah secara ekstrim, waktu respon pilot untuk mematikan fitur hanya beberapa detik. Terlambat, langsung tamat.

Beda dengan Lion Air, di pesawat Ethiopia banyak orang Bule yang jadi korban. Keluarga korban lebih memiliki sumber daya dan lobi untuk melawan Boeing, termasuk mendatangi kongres AS.

Hasilnya Boeing kalah telak, CEO-nya dipecat tapi dengan uang saku lebih dari Rp 1 triliun. Sementara para korban di Indonesia hanya menerima masing-masing 1/500 nya.

Dana Boeing lain yang ditujukan untuk CSR sesuai keinginan keluarga korban akhirnya jadi kasus hukum yang menyeret dan menghancurkan sebuah lembaga terkenal.

***

Boeing dahulu merajai pasar pesawat terbang secara mutlak, namun perlahan namun pasti Airbus berhasil melampauinya di era 2000-an. Airbus bahkan lebih dulu memamerkan desain pesawatnya yang akan dijual di masa depan.

Boeing yang panik karena belum punya rancangan generasi baru akhirnya memilih jalur cepat. Yaitu memakai lagi desain kuno 737 berumur setengah abad.

Desain legendaris masih dipakai untuk tantangan masa depan. Tentu banyak memerlukan utak-atik sana sini.

Tantangan penerbangan masa depan adalah irit BBM. Karena BBM adalah pengeluaran terbesar setiap maskapai.

Bagi pimpinan Boeing, keuntungan dan kepuasan investor nomor 1.

Pemakaian desain lama membuat perusahaan berhemat waktu dan uang banyak. Tambah lagi bisa promosi ke maskapai pelanggan kalau mereka tak perlu membayar pelatihan ulang ke para pilot, lhawong modelnya sama.

Hasilnya pemesanan membludak.

Sayangnya bisnis tak selamanya sejalan dengan teknis. Agar lebih irit mesin harus diganti dengan yang lebih kuat. Posisi menjorok ke atas di sayap.

Dampaknya pesawat dapat menukik ke atas dalam sudut berbahaya. Untuk mengatasinya ditambahkan fitur otomatis MCAS untuk menurunkan hidung pesawat jika detektor mendeteksi sudut naik berbahaya.

Agar sesuai janji promosi tanpa pelatihan ulang, MCAS dirahasiakan dari konsumen dan pilot. Pengawas penerbangan Amerika yang katanya paling ketat di dunia pun berhasil dibodohi, sehingga izin terbang pesawat lolos.

Keserakahan pada ujungnya malah menimbulkan kerugian, iya kalau ente sendiri, ini orang lain juga.

Contoh positif yang bisa ditiru dari Amerika, mereka lebih fokus menyelesaikan masalah dan tidak membunuh Boeing.

--------------

Daripada cuma membaca....

Dari Sa’id bin Al-Musayyib, dari Sa’ad bin ‘Ubadah, ia berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمِّي مَاتَتْ أَفَأَتَصَدَّقُ عَنْهَا قَالَ نَعَمْ قُلْتُ فَأَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ قَالَ سَقْيُ الْمَاءِ

“Wahai Rasulullah, sungguh ibuku telah meninggal dunia, apakah boleh aku bersedekah atas namanya?”

Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Iya, boleh.” Sa’ad bertanya lagi, “Lalu sedekah apa yang paling afdal?” Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Memberi minum air.” (HR. An-Nasai, no. 3694 dan 3695. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan dilihat dari jalur lainnya).

Mau sedekah air? Jariyah. Orang tua kita, bahkan yang telah meninggal pun akan menikmatinya.

Ayo patungan beli alat bor sumur:
BSI - 9082165120
Muamalat - 1080013496
AN Little Project

CP: 081248633910
(Boleh tidak konfirmasi karena rekening sudah dikhususkan untuk program ini)

Bayangkan alat ini bisa membuat ratusan sumur dan semuanya mengalirkan pahala.

NB: 100% disalurkan tanpa potongan

[Pega Aji Sitama]