Jika engkau masih beristighfar karena maksiatmu, berarti engkau bukan orang munafik

Jika engkau masih beristighfar karena maksiatmu, berarti engkau bukan orang munafik

Apalagi jika engkau sampai menangis saat sendiri karena teringat dosa-dosa, lalu mengambil air wudu, lalu salat dengan khusyuk dalam keheningan malam untuk meminta ampunan Rabbmu.

Ibnu ‘Asākir menulis,

«جاء رجل إلى حذيفة فقال يا أبا عبد الله إني أخشى أن أكون منافقا قال ‌تصلي ‌إذا ‌خلوت وتستغفر إذا أذنبت قال نعم قال اذهب فما جعلك الله منافقا». «تاريخ دمشق لابن عساكر» (61/ 251)

Artinya,
“Seorang lelaki datang kepada Ḥużaifah kemudian bertanya,
‘Wahai Abu Abdullāh, sesungguhnya aku khawatir termasuk orang munafik’
Ḥużaifah bertanya,
“Apakah kamu salat saat sendiri dan meminta ampun jika melakukan dosa?’
Dia menjawab,
‘Iya’
Ḥużaifah berkata,
“Pergilah. Allah tidak menjadikanmu sebagai orang munafik!” 

(Tārīkh Dimasyq, juz 61 hlm 251)

*Hudzaifah Ibnul Yaman digelari oleh para sahabat dengan 'Shahibu Sirri Rasulullah (Pemegang Rahasia Rasulullah). Beliau yang diberitahukan oleh Rasulullah siapa-siapa orang munafik.

[Muafa]