CAK NUN DAN FIR'AUN

CAK NUN DAN FIR'AUN

Oleh: Danke Soe Priatna

Emha Ainun Najib, atau yang biasa dipanggil Cak Nun, bukan orang sembarangan.
Beliau adalah salah satu dari tokoh reformasi yang ikut berperan dalam melengserkan Pak Harto beserta Orde Barunya.

Kajian Padang Bulan bersama Kyai Kanjeng, selalu ramai dan melahirkan pemikiran-pemikiran yang layak jadi bahan fikiran.

Beberapa waktu lalu, suami dari Novia Kolopaking ini, dalam sebuah acara, mengeluarkan pernyataan tentang kedewasaan berfikir dalam berdemokrasi.
Termasuk soal pemilu.
Beliau menyatakan ada kekuatan dan kekuasaan besar, yang bisa menentukan siapa yang bisa jadi pemenang dalam pilpres 2024.

Karena di Indonesia,
Kekuasaan dan kekuatan itu ada pada Fir'aun yang bernama Jokowi.
Haman yang bernama Luhut.
Dan Korun yg diwakili 10 naga (bukan 9 lagi)...

Byarrrr...

Disaat pertama kali mendengar dan melihat cuplikan video tentang hal itu, dahi saya berkerut...
Koq beliau bisa tanpa basa basi, tanpa siloka, tanpa tedeng aling - aling, langsung menyebut nama subject yang dibahasnya.
Jokowi Fir'aun.
Luhut Haman
10 naga Korun...

Tak selang berapa lama,
Muncul klarifikasi dari Cak Nun, bahwa apa yang disampaikanya itu, adalah di luar kesadaran, tidak direncanakan.
Cak Nun mengaku kesambet!
Dan meminta maaf, apabila ada pihak pihak yang terpercik dengan ucapan-nya tersebut.

Cak Nun Kesambet!
Dan saya percaya itu...

Apa yang Cak Nun ungkapkan bahwa Jokowi sebagai Fir'aun, Luhut sebagai Haman dan 10 Naga sebagai Korun, adalah konteks di luar nalar beliau.
Tidak direncanakan, mungkin seharusnya juga tidak terucap dari mulut seorang Cak Nun.

Saya Percaya Cak Nun Kesambet!

Saya percaya, itu adalah alam bawah sadar beliau yang bicara.
Atau mengaku khodam beliau yg bicarapun, saya percaya.

Apa yang terpendam dalam sanubari terdalam itulah yang terucap tanpa sadar.

Akumulasi dari selaksa kekesalan dan beribu kekecewaan yang tidak kuasa untuk diungkapkan, akhirnya terucap tanpa sadar.
Karena kesambet.
Kesambet malaikat kebenaran.

Bukan Cak Nun yang bicara.
Namun, alam bawah sadar yang sedang pegang kendali.

Semoga banyak tokoh tokoh masyarakat lain yang kesambet. Dan rakyat yang kesurupan seperti itu.
Agar kebenaran yang selama ini berusaha dikubur dalam - dalam, bisa disuarakan.
Walau lewat alam bawah sadar.
Karena menunggu para penguasa dzalim sadar ibarat mengosongkan air lautan dengan menggunakan sendok makan.

Semoga Cak Nun tidak kesambet Fir'aun.

_____
*Gbr atas: Fir'aun/Paraoh Akhenaten/Ikhnaton/Amenhotep IV. 1351 - 1334 SM