Berita Erick Thohir "Diminta Berhenti dari BUMN" Oleh Megawati ini sangat menarik... Kenapa judul Kumparan kemudian diralat..?

Oleh: Yanuar Rizky (WNI biasa Aja)

Berita di Kumparan ini menarik, yang membuat menarik bagi saya pembacanya adalah sehari sebelumnya (sore hari) saya mendapat WA berita dengan judul mengambil ucapan narasumber, yaitu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri.

๐Ÿ‘‰Megawati ke Erick Thohir: Udahlah Berhenti di BUMN, Tempatmu Rawan Korupsi

Lalu, sehari setelahnya (pagi kemarin), saya dapat WA judul berita itu diralat. 

๐Ÿ‘‰Ralat: Megawati Pesan ke Erick Thohir, Jangan Ada Lagi Korupsi di BUMN

Lalu, saya klik, dalam beritanya statement Megawati tetap ada (tidak ikut diralat), seperti saya capture dari link ralat https://kumparan.com/kumparannews/megawati-ke-erick-thohir-udahlah-berhenti-di-bumn-tempatmu-rawan-korupsi-1zeFt3BYkXX

Ini statement Megawati yang ditulis dalam berita itu (baik versi judul pertama, maupun ralat judul):

"Kalau ketemu Bu, kita ini Wong Kito. Iya dah Wong Kito, dah padahal saya wong Jawa. Saya bilang Rick, udahlah berhentilah BUMN, tempatmu (rawan) korupsi," kata Megawati.

Berita lengkapnya:

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengunjungi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, Bali, Senin (16/1/2023), Salah satunya didampingi Menteri BUMN Erick Thohir. Dalam sambutannya, Mega berbicara soal BUMN.

Mega kemudian mengingatkan Erick soal potensi korupsi di kementerian yang ia pimpin. Ia meminta Erick jaga diri.

"Saya bilang ke Pak Erick ini terus terang, koreksi, Rick. Elo jangan ikut-ikutan yang lain (kalau ada korupsi). Karena saya kenal beliau dari keluarga. Betul loh saya enggak bohong, tanya aja orangnya, karena biasa toh semuanya kalau orang Palembang tuh persaudaraannya bilangnya Wong Kito gitu," ungkap Mega.

"Kalau ketemu Bu, kita ini Wong Kito. Iya dah Wong Kito, dah padahal saya wong Jawa. Saya bilang Rick, udahlah berhentilah BUMN, tempatmu (rawan) korupsi," sambungnya.

Erick mengangguk-angguk saat Mega berbicara demikian. Setelah itu ia pun kembali berbicara soal BUMN. 

***

Bagi saya WNI biasa Aja yang membaca berita itu punya interpretasi bahwa Megawati (Presiden RI ke 5, Ketum PDIP) mengatakan 2 hal kontekstual (1) "Wong Kito, dah padahal saya wong Jawa" dan (2) "Saya bilang Rick, udahlah berhentilah BUMN, tempatmu (rawan) korupsi,"

Yang pertama, sejauh info yang saya dengar (dari beberapa orang politik, dan gank solo) Erick Thohir memang bukan Meneg BUMN yang dibicarakan Mega ke Jokowi.

Adian Napitupulu juga menyatakan yang sama di podcast Akbar Faisal... tapi, tidak mau sebut nama siapa.

Saya juga ikutan deh tidak mau sebut nama yang saya denger-denger. TAPI, sejauh yang saya denger saat akan dibentuk kabinet, nama yang disebut Bu Mega adalah Wong Kito, yaitu sebutan untuk orang Palembang.

Siapa yang Wong Kito, kalo Bu Mega bilang dia wong Jawa?

Wong kito adalah Almarhum Taufik Kiemas, suami Mega dan ayahnya Puan Maharani.

Jadi, kesan saya Mega mau ngomong ada pendekatan kultural dari Erick yang Bapaknya orang Lampung saat mendekat ke Mega.

Peaan ini unik, Mega malah menunjukan pendekatan wong kito itu basi, dengan dia bilang dia wong jowo.

Yang kedua, yang jadi judul diralat "keluarlah dari BUMN.."

Saya menangkap kesan, seperti Mega bilanb di BUMN banyak Korupsi, maka kalo saya berimijinasi Mega mau ngomong kalo mau maju di 2024 jangan dibiayai dari BUMN, keluarlah

Saya tertarik dengan narasi imajinatif itu, karena kalo Erick dicitrakan Saudagar, maka buktikanlah Saudagar yang masuk politik dengan kekayaannya, bukan ada bau-bau pakai BUMN

Imajinatif saya ini ada alasannya bagi saya pribadi. Saat Mega Presiden, Meneg BUMN nya Laksamana Sukardi dari PDIP.

Laks saat itu banyak melakukan Divestasi BUMN dan aset hak tagih di BPPN. Banyak yang heboh, mungkin yang cukup diingat publik Divestasi Indosat.

Saat itu, saya masih bekerja di BEJ, di Pengawasan Transaksi bursa urusan pemeriksaan transaksi alerr manipulasi pasar dan atau insider trading.

Saat itu, saya juga anak muda yang banyak bergaul dengan tokoh-tokoh agen perubahan yang lahir bersamaan dengan Reformasi.

Di salah satu tempat seorang tokoh, saya ikut diskusi yang juga dihadiri Almarhum Taufik Kiemas. Dan, yang mendampingi TK juga saya kenal.

Lalu, setelah Mega tak lagi Presiden, saya ada ngopi dengan kawan yang selalu ada saat alm Pak TK diskusi itu...

Saya tanya kawan ini, kenapa Bu Mega setiap Meneg BUMN adalah orang kepercayaan dan dekat dengan dia, tapi pas jadi Meneg BUMN dia tak suka. (Saya ambil contoh Laks dan Rini Soemarno)....

Jawaban kawan saya ini, "ya kalau yang aku pahami, Mega tidak suka kalau kelola duit tapi juga mau politik untuk dirinya sendiri..."

Jadi, saya memahami itu barangkali (namanya duga-duga, cuman rakyat biasa baca berita); bahwa Mega tak suka kalo memang mau maju di Politik, ya jangan jadi Meneg BUMN..

Ya, entahlah...

Wait, See and Walluhu'alam.

(fb)