Artinya: Islam itu benar, Nabi Muhammad sangat tepat apa yang disampaikannya

Wilayah Indo Eropa-Arya (Iran, Kaukasus, Eropa timur) dipercaya sebagai tempat yang menurunkan konsep "dewa" ke kebudayaan-kebudayaan lain. Dewa, deus, dyaus, divine, tiwaz, tivar berasal dari bahasa Iran kuno deiwos. Arti deiwos adalah yang bersinar (cahaya).

Budaya kuno ini juga meyakini para dewa bukanlah Tuhan yang absolut, mereka hanya ciptaan tapi punya kekuatan lebih tinggi daripada manusia. Karena dianggap punya kekuatan dan bisa mengabulkan permintaan maka manusia menyembah makhluk bercahaya tersebut. Menganalogikan Tuhan adalah Raja, sementara dewa bawahan Raja, jadi minta suatu hajat ke bawahan Raja tidak ada salahnya.

Dunia memang menarik, seolah ada koneksi misterius yang sangat kuno, meski telah kabur karena ada perubahan keyakinan masyarakat.

Dalam Islam, ada makhluk sakti bernama Malaikat yang tercipta dari cahaya. Malaikat bukan Tuhan, melainkan cuma pesuruh. Bedanya Malaikat tidak boleh disembah. Allah tidak mentolerir sedikitpun adanya penyekutuan, baik dalam penciptaan, ibadah, doa, maupun sifat-sifat.

Jika sejarawan sekuler Barat percaya agama paling kuno adalah politeisme, dimana manusia prasejarah menyembah banyak entitas langit sesuai imajinasinya, maka Islam mengklaim sebaliknya, bahwa sejak awal manusia itu bertauhid atau hanya menyembah 1 Tuhan sejati (Allah).

Penyembahan terhadap Tuhan yang maha tunggal, diyakini sebagai agama paling tua. 

Munculnya visualisasi wujud Tuhan yang dilanjut penyembahan terhadap berbagai entitas lain, adalah akibat distorsi atau penyesatan oleh Iblis.

Untuk memurnikan lagi dari setiap distorsi, Allah menurunkan para Nabi dan Rasul ke setiap bangsa. Makanya kisah banjir besar serupa Nabi Nuh ada dimana-mana, karena datangnya dari wahyu. Jejak sisa monoteisme kuno juga tersebar dalam keyakinan politeistik. Bukan sekedar entitas setara dewa yang lebih rendah, mitologi berbagai bangsa memiliki keyakinan adanya absolute being.

Contohnya orang Turki kuno sebelum masuk Islam, memiliki sesembahan yang disebut tanri. Setelah masuk Islam menjadi padanan dengan kata Rabb (Allah).

Tak perlu jauh-jauh, Jawa purba pun punya keyakinan adanya 1 Tuhan absolut.

2000-an saya dengar satu suku di Papua masuk Islam setelah mengetahui konsep ketuhanan Islam ternyata plek ketiplek dengan Tuhan dalam cerita turun-temurun mereka. Termasuk adanya kemiripan cara mengubur mayat dan kemana roh setelah orang meninggal dunia (alam kematian sementara).

Lalu artinya apa om?

Artinya: Islam itu benar, Nabi Muhammad sangat tepat klaim-klaimnya.

(Pega Aji Sitama)