ANALISA: Pertemuan Luhut-Surya Paloh, Mengamankan Kepentingan Oligarki?

Catatan: Budi Saks

Dua potong gambar dibawah ini bersliweran di linimasa beberapa pengamat politik nasional termasuk beberapa jurnalis senior dengan beberapa narasi yang beraneka ragam namun kabarnya pertemuan tiga serangkai ini terjadi di London.

Mungkin itu kenapa mereka berstelan jas lengkap plus syal didalam ruangan.

Dan nampaknya bila benar di London pasti ada agenda tertentu entah sedang menghadiri undangan atau kunjungan mewakili pemerintah.

Yang jelas Luhut selama ini dikenal sebagai representasi kepentingan Beijing (China daratan) di Indonesia bahkan sejak ia masih menjabat dubes RI buat Singapura (masa jabatan 1999-2000).

Sedang Surya Paloh adalah representasi kepentingan diaspora pengusaha China kelas taipan/konglomerat di Indonesia lewat jaringan media cetak dan media elektroniknya yang dipunyai oleh Li Bai (James Riyadi) dan Oei Suat Hong (Tomi Winata). Dua dari sembilan naga (yang kata Cak Nun sudah 10 naga).

Jadi SP sebetulnya hanya proxy mereka di dunia bisnis.

Yang mengejutkan bahwa mereka berkumpul dengan Peter F Gontha (PFG) pengusaha lama yang dikenal sebagai orang dekat Cendana yang banyak terlibat bisnis besar di masa Orba dengan anak-anak Soeharto terutama Bambang Trihatmojo.

Ketiganya (Luhut-SP-PFG) adalah orang orang Golkar di masa Orba sebelum era Reformasi dimana akhirnya para anggota yang tidak mendapat tempat basah membuat partai sendiri dengan bantuan modal para oligarchy dengan arah agar partainya selalu mengusung kepentingan para taipan oligarch itu tentunya dan SP dengan nasi adem salah satunya pastinya.

Jadi bisa diduga dengan logika dan analisa sederhana pertemua para proxy taipan dan Beijing ini adalah membahas jaminan keberlangsungan bisnis para tuan-tuan oligarch nya baik yang didalam negeri maupun yang diluar.

Karena masa kepemimpinan boneka lamanya walau sudah sukses membawa visi dan misi para tuan oligarch satu dekade ini tapi masih banyak target yang belum tercapai padahal periode menjabatnya tinggal sebentar jadi perlu koordinasi yang matang buat memantabkan calon boneka selanjutnya yang dicintai rakyat dengan pola didukung media seperti si boneka lama yang sekarang masih menjabat.

LB sebagai antek Beijing perlu memastikan bahwa SP menggunakan seluruh pengaruhnya dimedia dan partai dibawahnya untuk memuluskan jalan si boneka baru itu dan SP tentu meyakinkan LB selama kepentingan tuan tuan di PIK sejalan dan simbiosis mutualisme dengan tuan tuan di Beijing.

Karena mereka berdua hanya "play maker".

Pertanyaannya apa peran si PFG?

(fb)