Mundur dari PSI, Mantan Ketua DPW PSI Jakarta Akui Kedekatannya dengan Anies Baswedan

[PORTAL-ISLAM.ID]  JAKARTA - Mantan Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DKI Jakarta Michael Victor Sianipar mengatakan kedekatannya dengan Eks Gubernur Jakarta Anies Baswedan karena kerja sama untuk menyukseskan G20 Indonesia waktu itu.

“Selama 2022 kemarin, kebetulan saya mendapat tugas mengurus acara pemuda G20 atau disebut Y20. Saya memang harus kerja sama dengan Pak Anies untuk sama-sama menyukseskan G20 Indonesia, yang acara pertemuan pemudanya diadakan di Jakarta dan Bandung,” kata Michael kepada Tempo, Selasa, 6 Desember 2022.

Dalam kerja sama tersebut, kata dia, Anies bekerja profesional dengan fokus pada tugas negara, yaitu menyukseskan G20 Indonesia. 

“Saat mengurus Y20, saya rasa baik saya dan Pak Anies sama-sama profesional dan dewasa menyikapi bahwa ada tugas negara yang lebih besar yang mengharuskan kita kerja sama karena G20 Indonesia itu lebih besar dari warna politik kami masing-masing,” ujarnya.

Mike sapaan akrab Michael Victor Sianipar mengaku tidak ingin memecah bangsa dengan ego dan sentimen politik. Oleh karena itu, ia tidak mempersoalkan tudingan yang menyebutkan dirinya menjalin kedekatan dengan Anies.

“Kalau itu diinterpretasikan sebagai kedekatan, ya saya rasa namanya membangun bangsa dan menjaga reputasi Indonesia di mata dunia, kita semua harus bisa kerja sama. Saya juga tidak mau bangsa ini dipecah-belah hanya karena ego dan sentimen semata,” kata dia.

Penyataan membela Anies Baswedan

Soal statemen-statemennya yang membela Anies dari hinaan latar belakang ras dan kesukuan, kata Mike, murni dilakukan dengan didasari prinsip keberagaman yang ia yakini.

“Kalau Anda seorang nasionalis sejati, Anda pun seharusnya membela Pak Anies atau siapa pun yang dilecehkan karena suku, agama atau ras-nya. Saya khawatir banyak orang mengaku nasionalis dan pluralis padahal sebenarnya tidak,” kata dia.
Selain itu, ia mengaku selalu berupaya mengkritik secara proporsional dan obyektif sebagai ketua partai oposisi waktu itu terhadap kinerja Anies saat menjabat Gubernur DKI. 

“Soal kinerja beliau sebagai gubernur, saya juga banyak mengkritisi, dan saya selalu berupaya kritis secara proporsional dan obyektif sebagai ketua partai oposisi waktu itu,” ujarnya.

“Jika ada yang harus diperbaiki ya harus kita kritisi. Jika ada hal yang baik, kita apresisi. Jadi oposisi pun harus berbobot, jangan membabi buta dan menebar kebencian. Kita harus jadi lawan tanding yang sadar tujuan kita adalah Jakarta dan Indonesia yang lebih baik. Itu yang saya coba lakukan kemarin saat menjadi ketua PSI di Jakarta,” kata Mike.

(Sumber: TEMPO)